Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (10/8/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

Oleh: Ria

10 Agustus 2026, 07:29
ANALIS MARKET (10/8/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS ditutup menguat pada Jumat (7/8), dengan indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan baru. Penguatan Wall Street terjadi setelah data ketenagakerjaan AS yang melemah dari perkiraan meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah nonfarm payrolls justru turun 23.000 pekerjaan pada Jul-26, atau jauh di bawah ekspektasi penambahan sebesar 80.000 pekerjaan. Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,1% pada Juli dari 4,2% pada Juni. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya jumlah pekerja yang berada dalam angkatan kerja. Di sisi emiten, saham SpaceX melonjak 15,8% sehari setelah berakhirnya pembatasan penjualan saham pertama dari sejumlah pembatasan lock-up pasca penawaran saham besar perusahaan pada Juni. Saham Atlassian juga melesat 35,3%, setelah memproyeksikan pendapatan kuartalan di atas ekspektasi. Saham Microchip Technology naik 13,9%, setelah perusahaan memperkirakan pendapatan kuartalan di atas proyeksi pasar. Sementara itu, Airbnb menguat 17,4%, setelah membukukan pendapatan kuartal II yang melampaui ekspektasi. Sedangkan, saham Trade Desk anjlok 21,9%.

Di sisi lain, Bursa saham Asia bervariasi cenderung turun pada perdagangan Jumat (7/8) karena investor menunggu rilis data ketenagakerjaan AS yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed bulan depan. Selain itu, harga minyak kembali menguat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di Jepang, indeks Nikkei melemah 0,12%, sedangkan indeks Topix naik 0,47%. Pelemahan tersebut karena penurunan saham-saham terkait AI dan chip lebih besar daripada kenaikan yang meluas, sementara SoftBank Group merosot meskipun melampaui ekspektasi pasar untuk pendapatan Q1. Sementara bursa saham Korea Selatan mencatat penurunan, karena kekhawatiran investor atas perdagangan AI dan fluktuasi liar pada saham chip membuat sentimen tetap rendah. Indeks KOSPI turun 0,6% dan KOSDAQ melemah 0,4%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Filipina melambat pada 2Q26 dan berada di bawah ekspektasi, seiring perlambatan belanja pemerintah dan dampak krisis di Timur Tengah. Selain itu, PDB tumbuh 2,3% YoY pada 2Q26. Sementara di China, ekspor pada Jul-26 melampaui ekspektasi dan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, meningkat 23,9% YoY/US$ pada Juli. Di domestik, BI melaporkan posisi cadangan devisa pada akhir Jul-25 mencapai US$ 145,3 miliar, turun tipis dari bulan sebelumnya mencapai 145,6 miliar.

Sementara itu, IHSG diperdagangan sebelumnya (07/8) ditutup naik 1.04%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp917 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, TPIA, ANTM, TINS dan BRPT.

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak kembali menguat hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6320-6370 dan Resist IHSG: 6440-6520,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Senin (10/8).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: BMTR, TINS, DSSA, EMAS, RAJA, dan MLPL.

Berikut ini trading plan-nya:

BMTR Spec Buy dengan area beli di 114-116, cutloss di bawah 114. Target dekat di 119-123.

TINS Spec Buy dengan area beli di 3840-3860, cutloss di bawah 3820. Target dekat di 3900-3940.

DSSA Spec Buy dengan area beli di 955-975, cutloss di bawah 950. Target dekat di 985-1005.

EMAS Spec Buy dengan area beli di 7400-7475, cutloss di bawah 7400. Target dekat di 7550-7625.

RAJA Spec Buy dengan area beli di 900-905, cutloss di bawah 890. Target dekat di 920-945.

MLPL Buy if Break 102, dengan target dekat di 104-108. Cutloss di bawah 99.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More