Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (06/7/2026): IHSG Berpotensi Break Resistance di 5900-5950

Oleh: Ria

06 Juli 2026, 06:36
ANALIS MARKET (06/7/2026): IHSG Berpotensi Break Resistance di 5900-5950

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan Kamis (2/7), indeks-indeks saham Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor all time high (ATH) setelah data tenaga kerja AS yang melemah dari perkiraan menyebabkan harapan The Fed akan menahan kenaikan suku bunga. Di sisi lain, Nasdaq justru melemah akibat aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor. Indeks Dow Jones melonjak 1,14%, S&P 500 ditutup hamper stagnan pada level 7.483,24, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,8%. Tekanan pada Nasdaq berasal dari pelemahan saham-saham chip untuk hari kedua berturut-turut. ETF VanEck Semiconductor (SMH) anjlok 4,5%, dipimpin oleh jatuhnya saham Teradyne sebesar 13,6% dan KLA yang merosot 11,5%. Saham Nvidia juga turun 1,4%, sementara Micron Technology melemah 5,5%. Sentimen pasar dipengaruhi laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penciptaan lapangan kerja hanya mencapai 57.000 pada Juni, jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan 115.000 pekerjaan baru. Di sisi lain, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,2%, lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 4,3%.

Di sisi lain, Bursa Asia naik pada perdagangan Jumat pekan lalu (3/7). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,47% dan Topix menguat 1,24%. Sejalan, Hang Seng Hong Kong menguat 1,28%, Taiex Taiwan naik 0,08% dan \ASX 200 Australia bertambah 1,37%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi rebound, melesat 5,76% dan Kosdaq menguat 0,19%. Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,26% dan FTSE Malay KLCI meningkat 1,04%. Penguatan tersebut seiring investor terus melakukan rotasi dari saham teknologi, mengikuti penurunan pada Wall Street. Sektor semikonduktor turun untuk hari kedua berturut-turut, membebani dua indeks Nasdaq tersebut. Di sisi lain, pasar AS akan tutup pada hari Jumat untuk libur Hari Kemerdekaan.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan Jumat (03/7) kemarin, ditutup naik 2.28%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp16.6 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, MAPI, TPIA, EMAS dan ISAT.

“IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5900-5950 dengan target kenaikan di 6000-6150. Diperkirakan Support IHSG: 5780-5850 dan Resist IHSG: 5950-6000,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Senin (06/7).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BMRI, TINS, BUMI, BRMS, BFIN dan KOTA.

Berikut ini rekomendasi tradingnya:

BMRI Spec Buy dengan area beli di 3970-4000, cutloss di bawah 3970. Target dekat di 4030-4100.

TINS Spec Buy dengan area beli di 3400-3430, cutloss di bawah 3380. Target dekat di 3470-3520.

BUMI Spec Buy dengan area beli di 137-139, cutloss di bawah 135. Target dekat di 141-145.

BRMS Spec Buy dengan area beli di 490-498, cutloss di bawah 486. Target dekat di 505-520.

BFIN Spec Buy dengan area beli di 740-745, cutloss di bawah 735. Target dekat di 755-765.

KOTA Buy if Break 89, dengan target dekat di 91-97. Cutloss di bawah 86.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More