See More

07 Agustus 2026, 05:51
07 Agustus 2026, 05:33

07 Agustus 2026, 00:52

07 Agustus 2026, 00:40

07 Agustus 2026, 00:27

06 Agustus 2026, 20:32
PT Barito Renewables Energy Tbk|BREN|kinerja perusahaan|energi hijau|energi panas bumi
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - PT Barito Renewables Energy Tbk (Barito Renewables atau Perseroan, IDX: BREN) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian Tidak Diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Dalam siaran pers, Kamis (30/7), Hendra Soetjipto Tan selaku CEO Barito Renewables menyampaikan, bahwa Perseroan kembali membukukan kinerja yang kuat pada semester pertama tahun 2026, didukung oleh operasional panas bumi yang stabil, pembangkitan listrik dari segmen angin yang tetap kuat, serta keberhasilan Perseroan dalam menjalankan strategi pertumbuhannya.
“Kami dengan bangga kembali membukukan kinerja yang kuat pada semester pertama tahun 2026. Portofolio panas bumi kami terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal, sementara segmen angin mempertahankan kinerja pembangkitan yang kuat sepanjang periode. Keberhasilan penyelesaian proyek retrofit Wayang Windu pada awal tahun ini semakin meningkatkan kinerja operasional portofolio panas bumi kami. Hasil tersebut mencerminkan ketangguhan portofolio operasional kami serta konsistensi dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan Perseroan, yang mendorong pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan EBITDA, sekaligus menghasilkan peningkatan profitabilitas yang signifikan. Ke depan, kami akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek ekspansi yang telah direncanakan serta semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia,” ujar Hendra Soetjipto Tan.
Selanjutnya diungkapkan, untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar US$334 juta, meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan listrik dari portofolio panas bumi maupun angin.
EBITDA meningkat 13,1% menjadi US$293 juta, dengan marjin EBITDA meningkat menjadi 87,6% dari 86,3% pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kinerja operasional yang kuat serta efisiensi yang berkelanjutan di seluruh lini usaha Perseroan.
Laba bersih setelah pajak meningkat 29,0% menjadi US$106 juta, didukung oleh peningkatan laba operasional serta penurunan beban keuangan.
Perseroan juga terus memperkuat posisi keuangannya, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas (Net Debt-to-Equity) membaik menjadi 1,73x dibandingkan 1,87x pada akhir tahun 2025.
Secara operasional, Perseroan terus mempertahankan kinerja yang stabil di seluruh portofolio panas buminya.
Setelah berhasil menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal pertama tahun 2026, total kapasitas terpasang panas bumi Perseroan meningkat menjadi 926 MW, sehingga semakin meningkatkan kinerja dan efisiensi aset panas bumi Perseroan.
Perseroan juga terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek ekspansi utamanya, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3, yang seluruhnya berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi Perseroan menjadi lebih dari 1 GW pada akhir tahun 2026.
Keunggulan operasional Perseroan yang berkelanjutan serta eksekusi yang disiplin atas proyek-proyek ekspansi brownfield semakin memperkuat komitmen BREN dalam menyediakan energi terbarukan yang andal sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan tetap menerapkan strategi pertumbuhan yang seimbang serta disiplin dalam pengelolaan keuangan, Perseroan berada pada posisi yang kuat untuk mendukung transisi energi Indonesia sekaligus memanfaatkan berbagai peluang pertumbuhan di masa mendatang.