menkeu purbaya|kebijakan fiskal|Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)|target ekonomi

Menkeu Ungkap Tahun 2025 Penuh Tantangan, Banyak Target Yang Meleset

Oleh: Ronal

03 Juli 2026, 01:29
Menkeu Ungkap Tahun 2025 Penuh Tantangan, Banyak Target Yang Meleset

Dok. Kemenkeu

Pasardana.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa realisasi pendapatan negara dan hibah tidak memenuhi target yang dipatok dalam APBN 2025.

Capaiannya hanya mencapai Rp2.765,13 triliun atau 92,01% dari target yaitu Rp3.005,12 triliun.

Menkeu menyebut, lesunya pencapaian tersebut dikarenakan oleh penerimaan perpajakan yang hanya terealisasi Rp2.218,17 triliun atau 89,05% dari target.

Dirinya pun mengungkap, jika upaya optimalisasi pendapatan negara sangat menantang akibat faktor eksternal dan internal.

"Tidak hanya dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global, tetapi juga penyesuaian PPN pada barang mewah dan percepatan restitusi pajak guna menjaga likuiditas dunia usaha, serta pengalihan pengelolaan dividen ke BP Danantara," ujar Menkeu di ruang rapat paripurna DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/7).

Meski begitu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berhasil melampaui target dengan realisasi Rp541,53 triliun (105,43% dari target).

Dalam rapat tersebut, Menkeu menyampaikan RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2025 kepada parlemen dalam rapat paripurna DPR ke-23 masa persidangan V tahun sidang 2025–2026.

Meski berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), realisasi postur APBN 2025 menunjukkan sejumlah target pendapatan yang tidak tercapai serta pembengkakan pada pos defisit.

"Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh dengan berbagai tantangan, fragmentasi perdagangan dan eskalasi tensi geopolitik tidak hanya mengganggu logistik tetapi juga mengubah paradigma kerja sama ekonomi multilateral secara fundamental," kata Menkeu.

Dengan lesunya penerimaan ini maka berdampak pada pengeluaran realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp3.435,46 triliun atau 94,87% dari pagu APBN.

Realisasi tersebut mencakup belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.586,42 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp849,04 triliun.

Dengan melesetnya target penerimaan juga berdampak langsung pada keseimbangan fiskal: defisit APBN 2025 jadi melebar menjadi Rp670,34 triliun atau 2,81% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Hal tersebut tentu saja melampaui target awal yang dipatok 2,53% terhadap PDB atau Rp616,19 triliun.

Sementara itu, defisit keseimbangan primer juga melonjak tajam ke angka negatif Rp155,94 triliun atau menyentuh 246,23% dari patokan awal.

Dan untuk mengisi celah tersebut, realisasi pembiayaan neto mencapai Rp742,73 triliun, setara 120,54% dari target pembiayaan dalam APBN 2025.

Bendahara Negara pun menyebut strategi pembiayaan ini dilakukan secara hati-hati (prudent) dan terkendali dengan memanfaatkan momentum membaiknya kondisi pasar keuangan.

Berita Terkini

See More