See More
30 Juli 2026, 19:11

30 Juli 2026, 18:26

30 Juli 2026, 17:57

30 Juli 2026, 17:39
30 Juli 2026, 17:17

30 Juli 2026, 16:35
CDIA|kinerja perusahaan|PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI)
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI atau Perseroan) [IDX: CDIA] mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2026, seiring dengan terus dijalankannya strategi pertumbuhan infrastruktur jangka panjang Perseroan.
Melansir siaran pers Perseroan dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (29/7) disebutkan, Perseroan membukukan Pendapatan sebesar USD 82,1 juta, EBITDA sebesar USD 31,6 juta, dan Laba Bersih sebesar USD 19,3 juta, yang menegaskan ketangguhan platform infrastrukturnya yang terdiversifikasi di sektor energi, air, kepelabuhan dan penyimpanan, serta logistik.
CDI juga mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan Kas dan Setara Kas, serta Surat Berharga sebesar USD 658,7 juta dan rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 41% per 30 Juni 2026.
Posisi likuiditas yang kuat ini memberikan fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis, sekaligus menjalankan investasi secara disiplin guna meningkatkan pendapatan berulang dan berbasis kontrak.
Selama periode ini, CDI mencatatkan tonggak penting melalui pelayaran perdana (maiden voyage) dan sandar perdana (maiden berthing) Novah, kapal logistik cair kimia berkapasitas 9.000 DWT yang baru dibangun bersama Usuki Shipyard.
Kapal ini memperkuat kapabilitas logistik maritim CDI, meningkatkan keandalan layanan pada rute domestik dan internasional, serta mendukung pertumbuhan permintaan distribusi bahan kimia dan rantai pasok industri di kawasan.
Perseroan juga memperluas bisnis di luar angkutan konvensional bahan kimia dan gas melalui investasi strategis.
Perseroan menginvestasikan USD 90 juta untuk mengakuisisi 40% kepemilikan di PT Armada Maritim Persada, sehingga memperluas kehadiran CDI di bidang logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.
Selain itu, CDI menginvestasikan USD 15,5 juta untuk memperoleh 49% kepemilikan di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd., yang memberikan akses ke basis pelanggan yang lebih luas, arus kargo yang lebih terdiversifikasi, serta potensi pendapatan dividen di masa mendatang, sekaligus memperkuat peluang pertumbuhan jangka panjang.
Pada pilar Kepelabuhanan & Penyimpanan, PT SCG Barito Logistics menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk mengeksplorasi pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry-container storage, dan layanan lift-on/lift-off di Krakatau International Port.
Di saat yang sama, pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 m³ di Merak telah mencapai sekitar 75%, sesuai rencana untuk mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026.
Pada pilar Energi, CDI terus memperluas portofolio infrastruktur berkelanjutan melalui pengembangan peluang bisnis rendah karbon.
PT Chandra Waste Energy, perusahaan anak yang dimiliki secara tidak langsung oleh CDI, bersama mitra konsorsiumnya ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang.
Penunjukan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah serta mempertegas komitmen Perseroan dalam menghadirkan solusi infrastruktur berkelanjutan.
Ke depan, CDI tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang tengah dikembangkan, pengoperasian aset-aset baru, peningkatan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga, serta penempatan modal secara selektif guna memperkuat platform infrastruktur terintegrasinya.
Melalui pelaksanaan yang disiplin dan alokasi modal yang prudent, Perseroan berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Berikut ini beberapa hal yang menjadi sorotan Laporan Keuangan Perseroan periode 6M 2026:
-CDI membukukan pertumbuhan pendapatan yang solid pada semester pertama 2026, dengan Pendapatan Bersih meningkat 22,8% secara tahunan menjadi USD 82,1 juta. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen Logistik yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 80,2% menjadi USD 27,0 juta, seiring dengan ekspansi berkelanjutan pada bisnis logistik maritim dan darat. Pendapatan dari segmen Energi juga meningkat 5,4% menjadi USD 51,8 juta, sementara Laba Bruto tetap menunjukkan ketahanan dengan tumbuh 2,8% secara tahunan menjadi USD 19,6 juta.
-Perseroan juga mempertahankan profitabilitas yang kuat, dengan EBITDA meningkat 25,3% secara tahunan menjadi USD 31,6 juta. Marjin EBITDA meningkat dari 37,7% menjadi 38,5%, mencerminkan kontribusi yang semakin besar dari platform infrastruktur Perseroan yang terdiversifikasi. Laba Bersih tercatat sebesar USD 19,3 juta dengan marjin Laba Bersih sebesar 23,5%.
-CDI juga mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan tingkat likuiditas yang tinggi untuk mendukung pipeline pertumbuhan. Total Aset meningkat 10,9% menjadi USD 1.933,4 juta, sementara Kas dan Setara Kas serta Surat Berharga tetap berada di posisi yang kuat sebesar USD 658,7 juta. Investasi modal mencapai USD 94,2 juta selama periode tersebut, yang menegaskan konsistensi Perseroan dalam merealisasikan ekspansi infrastrukturnya, dengan rasio utang terhadap kapitalisasi tetap terjaga pada tingkat yang terkendali sebesar 41,0%.