Laba BCA Juli 2026 Tumbuh 5%, NIM Mulai Pulih
Oleh: Issa

foto: dok. BCA
Pasardana.id - PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) atau BCA membukukan laba bersih bank only sebesar Rp5,1 triliun pada Juli 2026, tumbuh 5% secara tahunan (YoY) dan 12% secara bulanan (MoM).
Dengan demikian, laba bersih selama 7M26 mencapai Rp35,3 triliun atau naik 2% YoY, setara 59% dari estimasi laba konsolidasi 2026F konsensus.
Mengutip laporan keuangan bulanan BCA, Rabu (19/8/2026), kinerja BCA ditopang oleh perbaikan Net Interest Margin (NIM) yang naik menjadi 5,5% pada Juli 2026 dari 5,2% pada Juni.
Perbaikan ini sejalan dengan ekspektasi manajemen bahwa NIM mulai pulih pada kuartal III 2026.
Net Interest Income (NII) juga tumbuh 4% YoY pada Juli, setelah relatif stagnan sepanjang 7M26.
Dari sisi kredit, penyaluran mencapai sekitar Rp1.000 triliun pada Juli 2026, dengan pertumbuhan 8% YoY.
Sementara itu, beban provisi turun 18% YoY dan 37% MoM, sehingga Credit Cost (CoC) membaik menjadi 0,3% dari 0,5% pada Juni.
Secara keseluruhan, kinerja BBCA hingga Juli 2026 masih sejalan dengan guidance manajemen, dengan NIM mulai menunjukkan pemulihan dan kualitas biaya kredit yang lebih baik dari ekspektasi.
Namun, keberlanjutan tren pertumbuhan kredit dan penurunan provisi masih perlu dipantau pada bulan-bulan berikutnya.





