See More
30 Juli 2026, 19:11

30 Juli 2026, 18:26

30 Juli 2026, 17:57

30 Juli 2026, 17:39
30 Juli 2026, 17:17

30 Juli 2026, 16:35
PT Adhi Commuter Properti Tbk|ADCP|ADHI|Transit Oriented Development (TOD)|PT Adhi Karya (Persero) Tbk|Cisauk Point|LRT City
Oleh: Tri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (Perseroan) (IDX: ADHI) menyampaikan Penjelasan atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-09174/BEI.PP2/07-2026 tanggal 27 Juli 2026 perihal Permintaan Penjelasan Atas Pemberitaan di media massa dengan judul ‘Buntut LRT City Mangkrak, Ara Minta BPK Audit Adhi Commuter Properti’.
Melansir keterbukaan informasi BEI, Rabu (29/7) disebutkan, PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP) yang merupakan entitas anak Perseroan yang bergerak di bidang pengembangan properti dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) saat ini memiliki 13 proyek on hand yang terdiri atas: 6 proyek yang telah selesai dan beroperasi (4 apartemen, 1 landed, 1 office tower); dan sisanya proyek yang masih dalam tahap pembangunan (under construction).
Dari keseluruhan proyek tersebut, terdapat total 9.839 unit hunian.
Hingga saat ini, sebanyak 5.392 unit telah terjual.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.
Sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, ADCP tidak hanya bertumpu pada penjualan unit hunian, tetapi telah mengembangkan dan mengoperasikan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).
ADCP telah menyelesaikan pengembangan gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur seluas 12.546 m2, serta mengoperasikan sejumlah area komersial di berbagai kawasan TOD, antara lain Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.
“ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit,” tulis Rozi Sparta selaku Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Saat ini, lanjut Rozi, ADCP menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian proyek.
Pipeline business yang berbasis pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), mengharuskan korporasi untuk menyediakan kawasan lahan disekitar area stasiun transportasi umum: Commuter Line, LRT, dan BRT termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung.
Sementara itu, pengembangan hunian dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan.
Di sisi lain, kondisi pasar properti dalam beberapa tahun terakhir yang belum sepenuhnya pulih turut mempengaruhi tingkat penjualan produk, sehingga berdampak pada penerimaan kas dan kemampuan pendanaan penyelesaian proyek.
Sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi hak konsumen, ADCP telah menawarkan beberapa alternatif penyelesaian, antara lain; relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit ready stock yang tersedia.
Selain itu, ADCP juga sedang menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis guna mendukung percepatan penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap.
Selanjutnya disampaikan, sampai dengan saat ini tidak ada informasi/kejadian penting lain yang material sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan serta mempengaruhi harga saham perusahaan.