See More
30 Juli 2026, 19:11

30 Juli 2026, 18:26

30 Juli 2026, 17:57

30 Juli 2026, 17:39
30 Juli 2026, 17:17

30 Juli 2026, 16:35
ESSA,|PT Essa Industries Indonesia Tbk|EBITDA|LPG (Liquefied Petroleum Gas)|produksi amoniak|kinerja perusahaan
Oleh: Corri

foto: dok. ESSA
Pasardana.id - PT ESSA Industries Indonesia Tbk (IDX: ESSA), perusahaan tercatat yang bergerak di sektor energi dan kimia melalui bisnis pengolahan LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan produksi amoniak, mencatatkan kinerja yang kuat pada semester pertama 2026 sekaligus berhasil menyelesaikan kegiatan pemeliharaan terjadwal yang berskala besar.
Hingga semester pertama 2026, ESSA membukukan pendapatan sebesar USD 186 juta, meningkat 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Sementara itu, EBITDA turut meningkat 48% YoY menjadi USD 73 juta, sedangkan laba bersih melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi USD 30 juta.
Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan kondisi harga komoditas yang menguntungkan melalui disiplin operasional yang kuat serta pengelolaan aset yang andal.
Harga jual amoniak terealisasi ESSA meningkat 70% menjadi USD 531 per metrik ton (MT) pada semester pertama 2026.
Di tengah berlanjutnya dinamika geopolitik global, kenaikan harga amoniak mampu mengimbangi penurunan sementara volume produksi akibat pelaksanaan pemeliharaan terjadwal, sehingga pendapatan segmen amoniak meningkat 43% YoY menjadi USD 166 juta.
Sementara itu, bisnis LPG tetap beroperasi secara normal sepanjang periode pelaporan.
Didukung oleh kenaikan 5% YoY pada harga jual LPG terealisasi menjadi USD639/MT, segmen ini membukukan pendapatan sebesar USD 20 juta.
Sementara itu, ESSA berhasil menyelesaikan pemeliharaan terjadwal pabrik amoniak pada 8 Juni 2026, dengan durasi pelaksanaan 34 hari, lebih cepat dibandingkan jadwal semula yang diperkirakan berlangsung selama 35–38 hari.
Turnaround maintenance terjadwal tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk menjaga integritas aset, meningkatkan efisiensi operasional, serta meminimalisir risiko penghentian operasi yang tidak terencana.
“Keberhasilan penyelesaian kegiatan pemeliharaan terjadwal yang melibatkan lebih dari 1.000 orang dari berbagai disiplin ilmu merupakan bukti perencanaan yang matang dan eksekusi yang solid oleh tim kami. Yang lebih penting lagi, kami berhasil mencapai Zero Lost Time Injury (LTI), yang mencerminkan komitmen kuat ESSA terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Turnaround ini tidak hanya meningkatkan keandalan dan keselamatan pabrik, tetapi juga produktivitas dan efisiensi, sekaligus kembali menegaskan posisi ESSA sebagai operator pabrik amoniak berkelas dunia,” ujar Presiden Direktur & CEO, Kanishk Laroya, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7).