Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Saham Teknologi
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (22/7/2026) dipicu anjloknya saham sektor teknologi.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 6,06 poin menjadi 52.218,58. Indeks S&P 500 melemah 10,24 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 7.498,96. Indeks komposit Nasdaq merosot 146,3 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 25.690,9.
Saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla merosot 1,3 persen, lalu anjlok 3 persen di sesi perdagangan after-hours usai melaporkan aliran uang bebas negatif pada kuartal kedua untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.
Saham Alphabet yang merupakan perusahaan induk Google melemah 1,5 persen akibat terjadinya penundaan peluncuran model AI terbarunya.
Saham Apple dan Microsoft masing-masing turun 0,56 persen dan 1,86 persen. Saham Amazon melorot 1,09 persen.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2026 naik 1,1 persen menjadi US$4.120,6 per ons. Indeks dolar AS turun 0,1 persen.
Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,6 persen, dipicu lonjakan saham sektor energi dan pertahanan.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 131,06 poin, atau sekitar 1,24 persen, menjadi 10.716,97. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 144,06 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 25.155,41.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 191,5 poin, atau sekitar 0,99 persen, menjadi 19.571,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, naik 74,75 poin, atau sekitar 0,89 persen, menjadi 8.437,89.
Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,3373 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,172 euro per pound.





