biodiesel|produksi sawit|kemenko perekonomian|implementasi B60

Pemerintah Targetkan Implementasi B60 di 2028

Oleh: Ronal

21 Juli 2026, 03:28
Pemerintah Targetkan Implementasi B60 di 2028

Foto : istimewa

Pasardana.id - Produksi sawit Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan di periode tahun 2024 hingga 2025, yakni sebesar 7 juta kiloliter (KL).

Hal tersebut disampaikan Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Dida Gardera saat membuka Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/7).

Ia menyebutkan, kenaikan ini setara dengan hampir 15 persen dari total rata-rata produksi nasional sebesar 50 juta KL.

Kata Dida, ini menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk mengakselerasi program hilirisasi biodiesel, termasuk mengejar target implementasi B60 pada tahun 2028 mendatang.

"Ini tentu satu indikator yang sangat positif. Kerja keras seluruh pihak terbukti mampu meningkatkan produktivitas kita secara luar biasa hanya dalam waktu satu tahun," ucapnya.

Klaim terkait keberhasilan Indonesia di sektor bahan bakar nabati ini menjadi sorotan dunia.

Disampaikan Dida, pada awal tahun ini, Pemerintah Indonesia menerima kunjungan dari Presiden New Development Bank (NDB) yang juga mantan Presiden Brazil.

Dalam pertemuan tersebut, pihak NDB menyatakan kekagumannya atas keberhasilan Indonesia yang kala itu sudah mantap menerapkan B40.

Apalagi, saat ini Indonesia baru saja sukses meluncurkan uji coba B50 seminggu yang lalu dan langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari Presiden.

"Untuk sektor etanol, negara seperti Brazil mungkin lebih maju. Namun untuk urusan biodiesel, Indonesia jauh memimpin di depan," ujar Dida.

Meski telah menorehkan pencapaian besar lewat B50, Kemenko Perekonomian menegaskan, bahwa pekerjaan rumah di sektor hilirisasi energi belum usai.

Pemerintah saat ini tengah bersiap memenuhi janji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia untuk merealisasikan B60 pada dua tahun ke depan.

Dan untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemerintah bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) kini tengah gencar mendorong riset masa depan, termasuk pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur kelapa sawit, bensa (bensin sawit), serta benwit.

"Isu sentral dari sawit kita saat ini sudah semakin dominan ke arah ketahanan energi. Potensi pengembangannya masih sangat besar dan bisa dibilang tidak ada satu tetes pun dari sawit ini yang terbuang sia-sia. Semuanya bernilai ekonomi," tukas Dida.

Berita Terkini

See More