Menperin Agus Gumiwang|pendidikan vokasi|industri manufaktur

Menperin : Kita Ingin Indonesia Jadi Pusat Manufaktur Dunia

Oleh: Ronal

17 Juli 2026, 07:17
Menperin : Kita Ingin Indonesia Jadi Pusat Manufaktur Dunia

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita ingin Indonesia menjadi pusat manufaktur dunia pada 2045 melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul, kompeten, dan siap kerja.

"Tahun 2045, kita ingin Indonesia memasok dunia, kita ingin Indonesia menjadi pusat manufaktur dunia," kata Agus di Jawa Barat, Kamis (16/7).

Saat acara Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMTI serta Studium Generale di Bogor, Menperin Agus mengatakan, pembangunan SDM vokasi industri menjadi fondasi utama untuk mewujudkan target tersebut.

Pendidikan vokasi dinilai sebagai investasi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi motor penggerak transformasi industri nasional.

Bahkan, dirinya menyebut sektor industri manufaktur masih menunjukkan kinerja yang kuat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan tumbuh 5,04 persen pada triwulan I 2026, menyumbang 19,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Tak hanya itu, industri pengolahan ini juga menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta berkontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional.

“Artinya, sektor industri bukan bidang yang sedang melemah, tetapi terus tumbuh dan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang kompeten. Tangan-tangan para lulusan inilah yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia," ujar Agus.

Lebih lanjut Menperin Agus bilang, visi menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang mendorong percepatan industrialisasi dan hilirisasi di dalam negeri.

Menurut Agus, keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

"Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting," bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Perindustrian melepas 2.369 lulusan dari sembilan sekolah vokasi yang berada di bawah pembinaan kementerian.

Sekolah-sekolah tersebut memiliki berbagai spesialisasi, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri, hingga mekatronika, yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor manufaktur di berbagai daerah.

Berita Terkini

See More