See More

08 Agustus 2026, 07:30

08 Agustus 2026, 07:04

07 Agustus 2026, 23:02

07 Agustus 2026, 19:47

07 Agustus 2026, 18:08

07 Agustus 2026, 17:45
UOB Asset Management (UOBAM)|UOB Group|Allianz Global Investors (AGI)|bisnis wealth management|Layanan Wealth Management|asset under management (AUM)
Oleh: Corri

Foto : istimewa
Pasardana.id - UOB Group menjalin kemitraan strategis dengan Allianz Global Investors (AGI).
Melalui kemitraan ini, AGI akan mengakuisisi UOB Asset Management (UOBAM).
Akuisisi tersebut mencakup bisnis UOBAM di delapan pasar Asia, yakni Singapura, Brunei, Indonesia, Jepang, Malaysia, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, UOB dan AGI juga akan menjalin kemitraan distribusi jangka panjang.
Kemitraan ini memperkuat posisi UOB sebagai penyedia layanan distribusi produk investasi dengan pendekatan open architecture, serta memperluas pilihan solusi investasi bagi nasabah.
Langkah ini juga menegaskan fokus UOB pada layanan wealth management berbasis konsultasi investasi yang membantu nasabah mengembangkan dan menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Melalui kemitraan ini, UOB akan menghadirkan pilihan produk dan solusi investasi yang semakin beragam bagi lebih dari delapan juta nasabahnya di kawasan ASEAN.
Kemitraan tersebut memperkuat strategi open architecture UOB dengan membuka akses ke kapabilitas investasi global, sembari tetap mengedepankan layanan konsultasi, kesesuaian produk dengan profil risiko nasabah, serta pencapaian tujuan investasi jangka panjang.
Selain memperluas pilihan investasi bagi nasabah, kolaborasi ini juga mendukung target pertumbuhan bisnis wealth management UOB melalui solusi investasi yang lebih beragam dan disesuaikan dengan profil risiko, siklus kehidupan, serta tujuan keuangan setiap nasabah.
Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator di seluruh yurisdiksi terkait dan ditargetkan rampung pada 2027.
Selama proses tersebut, UOBAM dan AGI berkomitmen memastikan transisi berjalan lancar bagi nasabah maupun karyawan.
Sesuai kesepakatan, seluruh 500 karyawan UOBAM di berbagai negara akan bergabung dengan AGI.
AGI berkomitmen mempertahankan hubungan kerja mereka dan membuka kesempatan agar mereka dapat menjadi bagian dari platform investasi global yang lebih luas.
Selama masa transisi, aktivitas operasional UOBAM tetap berjalan normal sehingga nasabah dapat terus mengakses layanan, berinvestasi, dan melakukan pencairan dana investasi UOBAM tanpa perubahan atau gangguan layanan.
Di luar biaya transaksi tunggal (one-off), nilai transaksi ini mencapai S$555 juta.
UOB memperkirakan transaksi tersebut akan membukukan keuntungan sebelum pajak sekitar S$330 juta, serta meningkatkan rasio modal inti utama (Common Equity Tier 1/CET1) Grup sekitar 14 basis poin.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang UOB untuk memperkuat fokus bisnisnya.
Dengan mengoptimalkan nilai bisnis asset management dan mempertahankan kemitraan strategis dengan AGI, UOB siap mengembangkan bisnis wealth management, mendorong pertumbuhan laba secara berkelanjutan, serta meningkatkan valuasi jangka panjang bagi para pemegang saham.
Setelah empat dekade menjadi bagian dari UOB Group, UOBAM telah berkembang menjadi salah satu jaringan asset management terkemuka di Asia dengan jangkauan operasional di berbagai negara.
Hingga 31 Desember 2025, total aset kelolaan (assets under management/AUM) UOBAM mencapai sekitar S$42 miliar.
Berdasarkan laporan neraca konsolidasian proforma yang belum diaudit per 31 Desember 2025, nilai aset bersih yang terkait dengan kepemilikan saham yang dilepas dalam transaksi ini mencapai S$223 juta.
"UOB melayani lebih dari delapan juta nasabah di ASEAN yang memiliki kebutuhan investasi dan pengelolaan aset yang semakin beragam dan kompleks. Kemitraan ini semakin memperkuat fokus kami untuk menyediakan layanan konsultasi dan distribusi produk investasi. Dengan memadukan keahlian UOB dalam layanan konsultasi investasi serta menjalin hubungan jangka panjang dengan nasabah, bersama kapabilitas investasi Allianz Global Investors, kami siap memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang sekaligus membantu mereka mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Kolaborasi ini juga mendukung kami untuk mempercepat pertumbuhan bisnis wealth management dan meningkatkan valuasi jangka panjang bagi para pemegang saham. Selama masa transisi, kami akan menjaga kesinambungan layanan bagi nasabah, serta memberikan kepastian bagi karyawan. Kami menyampaikan apresiasi atas dedikasi serta kontribusi tim manajemen dan seluruh karyawan UOBAM selama empat dekade terakhir sehingga UOBAM dapat berkembang menjadi salah satu jaringan asset management tepercaya di Kawasan," jelas Deputy Chairman & Chief Executive Officer, UOB, Wee Ee Cheong, seperti dilansir dalam siaran pers, Kamis (06/8).
Sementara itu, Chief Executive Officer, Allianz Global Investors, Tobias Pross, mengatakan, "Transaksi tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan Allianz Global Investors di Asia Pasifik. Dengan menyatukan keahlian investasi UOB Asset Management di Asia Tenggara dan platform investasi aktif berskala global yang kami miliki, kami membangun organisasi yang lebih kuat dengan kemampuan yang semakin baik untuk melayani nasabah di seluruh kawasan. Melalui kolaborasi ini, nasabah dapat mengakses pilihan solusi investasi, wealth management, dan perencanaan pensiun yang semakin beragam dan inovatif. Yang tidak kalah penting, pengumuman hari ini juga mengawali kemitraan distribusi jangka panjang antara Allianz Global Investors dan UOB, institusi keuangan tepercaya yang melayani jutaan nasabah di Asia Tenggara. Dengan kapabilitas yang saling melengkapi serta jangkauan pasar yang semakin luas, kami optimistis dapat mempererat hubungan dengan nasabah sekaligus menghadirkan nilai tambah yang lebih besar pada masa depan."