ANALIS MARKET (09/6/2026): Minim Katalis, IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (8/6), IHSG ditutup melemah -252,63 poin (-4,52%) ke 5.342,14.
Pelemahan tersebut utamanya dipicu oleh kombinasi sentimen negatif domestik dan global (perfect storm), yang diawali oleh merosotnya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18.187 per dolar AS serta masifnya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing.
Kondisi ini diperparah oleh sentimen global berupa kekhawatiran atas tingginya suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik yang memicu kejatuhan serentak pada bursa saham di kawasan Asia.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (-0,16%), S&P 500 (+0,30%), & Nasdaq (+0,86%).
Saham -saham sektor cip berhasil rebound setelah sempat anjlok tajam pada sesi sebelumnya, serta kembalinya optimisme pasar terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Sentimen investor juga ikut terdongkrak oleh laporan yang mengindikasikan bahwa Iran dan Israel telah menghentikan aksi saling serang, kemudian Presiden Trump menyatakan bahwa negosiasi tetap berjalan meskipun serangan sempat terjadi.
Dampaknya, harga minyak mentah kembali turun dan menghapus sebagian besar keuntungan yang sempat diraih sebelumnya.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung tertekan seiring minimnya katalis positif dari dalam negeri,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (09/6).




