See More

11 Juni 2026, 09:38

11 Juni 2026, 09:36

11 Juni 2026, 09:19

11 Juni 2026, 09:18

11 Juni 2026, 09:06

11 Juni 2026, 09:03
Pertamina Patra Niaga|gempa bumi|Sulawesi Utara|pasokan energi
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pasokan energi tetap berjalan aman pascagempa 7,7 magnitudo di wilayah Sulawesi Utara.
Disampaikan Integrated Terminal Manager Bitung, Arman Prastiono, di Bitung, Senin (8/6) malam, bahwa sesaat setelah gempa terjadi, Pertamina langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat untuk memastikan keselamatan pekerja, mitra kerja, serta keandalan fasilitas operasional.
"Kami terus memantau perkembangan situasi pascagempa bumi yang terjadi pada Senin pagi (8/6) dan sempat berpotensi menimbulkan tsunami pada sejumlah wilayah Sulut. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi kedaruratan. Setelah getaran mereda, tim langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas operasional. Hasil pengecekan menunjukkan fasilitas utama Integrated Terminal Bitung dalam kondisi aman dan siap mendukung penyaluran energi kepada masyarakat," kata Arman.
Sebagai langkah mitigasi, seluruh pekerja dan mitra kerja sempat dikumpulkan di titik kumpul (master point) sesuai prosedur keselamatan.
Menurutnya, tim HSSE, Security, dan Reliability Station juga melakukan patroli serta pemeriksaan area fasilitas dan jalur pipa untuk memastikan tidak terdapat dampak sehingga berpengaruh pada aspek keselamatan maupun operasional.
Pertamina juga terus mengantisipasi potensi gempa susulan dengan melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan situasi.
Arman menjelaskan bahwa sebagai langkah antisipatif terhadap potensi tsunami, operasional Fuel Terminal Tahuna untuk sementara dihentikan mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, dan otoritas terkait setempat.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, fasilitas operasional Fuel Terminal Tahuna berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami dampak yang mengganggu keandalan sarana maupun infrastruktur penyaluran energi.
Operasional Fuel Terminal Tahuna akan kembali dijalankan setelah terdapat informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang yang menyatakan kondisi telah aman untuk beroperasi.
Sementara itu, fasilitas operasional Pertamina lainnya di wilayah terdampak seperti Integrated Terminal Bitung, Integrated Terminal Gorontalo, dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Sam Ratulangi telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan terpantau dalam kondisi aman.
"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah, BPBD, BMKG, serta 'stakeholder' terkait untuk memastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan perkembangan kondisi di lapangan. Seluruh fasilitas operasional kami terus dipantau secara ketat. Ketersediaan energi bagi masyarakat tetap menjadi perhatian kami dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan," tambah Arman.