Waskita Punya Lisensi Buat Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah memiliki lisensi operasional lengkap dalam penggarapan proyek-proyek infrastruktur di Timur Tengah, salah satunya Arab Saudi.
Salah satu proyek yang tengah dikerjakan yaitu renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka'bah atau mataf di Masjidil Haram.
Konstruksi yang dikerjakan pada 2013 silam tersebut merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi. Tujuan dari pengerjaan proyek tersebut tak lain agar dapat menampung lebih banyak orang, terutama para Jemaah supaya bisa beribadah lebih tenang dan nyaman selama di sana.
Seperti diketahui, memasuki musim haji ini, Masjidil Haram pun kembali dipadati jutaan umat Muslim dari seluruh dunia. Dan untuk jemaah asal Indonesia kembali mendominasi dengan total menembus 221 ribu.
Ermy Puspa Yunita, selaku Corporate Secretary Waskita Karya, mengatakan sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu Jemaah. Namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah.
"Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional, apalagi Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia," ujarnya seperti dikutip, Rabu (3/6).
Dijelaskan Ermy, metode yang dipakai dalam menyelesaikan proyek ini yaitu formwork slab dan cantilever beam yang berfungsi sebagai acuan atau cetakan sementara untuk membuat struktur beton sesuai desain yang diinginkan, sehingga lebih presisi dan menghemat waktu serta biaya.
Kemudian, pada bekisting atau cetakan sementara dinding baloknya menggunakan panel baju, lalu bagian bawahnya memakai triplek dan peri kayu.
Tak hanya mataf saja yang menjadi satu-satunya proyek yang telah berhasil dirampungkan Waskita Karya di Arab Saudi. Ada pula pengerjaan King Saud Fitness College pada 2011, dengan nilai kontrak sebesar 16 juta riyal.
Berikutnya King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi.
Kemudian pada 2010-2012, Waskita Karya juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD) yang terdiri dari 31 lantai. Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah juga bagian dari hasil karya Perseroan.
"Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir, seperti gedung pencakar langit, masjid, sekolah, infrastruktur konektivitas, bandara, infrastruktur air, dan sebagainya. Tidak hanya secara nasional tapi juga internasional," beber Ermy.
Lanjut Ermy, ke depannya Perseroan akan terus melebarkan sayap ke proyek mancanegara, khususnya Arab Saudi.
Manajemen Waskita Karya optimis bisa mencapai langkah itu didorong oleh berbagai strategi, di antaranya menjalin kemitraan strategis, agar lebih mudah menangkap peluang dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi serta negara Timur Tengah lainnya.



