See More

24 Juni 2026, 14:29

24 Juni 2026, 14:15

24 Juni 2026, 13:14

24 Juni 2026, 12:27

24 Juni 2026, 12:21

24 Juni 2026, 11:54
PT Bank Jago Tbk|Bank Jago|ARTO|literasi keuangan|fresh graduate
Oleh: Corri

Foto : istimewa
Pasardana.id - Bagi para fresh graduate yang baru saja menyelesaikan pendidikan kuliah, momen menerima gaji pertama tentu terasa sangat berkesan.
Ada rasa bangga, senang, sekaligus lega karena akhirnya bisa mendapatkan penghasilan dari hasil kerja keras sendiri.
Namun, di balik kebahagiaan tersebut, ada beberapa realita yang sering kali nggak banyak dibicarakan orang.
Sebab memasuki dunia kerja bukan hanya soal mendapatkan gaji, tetapi juga belajar mengelola uang dan menghadapi berbagai tantangan baru.
1.Ekspektasi dunia kerja vs. realita dompet fresh graduate Waktu masih kuliah, bayangan tentang dunia kerja mungkin terasa sangat ideal. Namun ketika benar-benar mulai bekerja, apalagi jika merantau ke kota besar, gaji awal karier sering kali terasa pas-pasan setelah digunakan untuk biaya kos, transportasi, makan, dan kebutuhan lainnya. Kalau merasa cemas melihat saldo rekening berkurang lebih cepat dari yang dibayangkan, tenang saja. Perasaan itu sangat wajar dirasakan oleh banyak fresh graduate.
2.Tantangan self-reward dan pengaruh lingkungan kerja Mempunyai penghasilan sendiri memberikan kebebasan baru. Wajar kalau muncul keinginan untuk melakukan self-reward setelah bekerja sebulan penuh, mulai dari membeli barang yang sudah lama diincar, rutin membeli kopi, hingga menonton konser bersama teman. Namun, keinginan untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup lingkungan sekitar sering kali membuat pengeluaran menjadi kurang terkontrol. Padahal, esensi dari gaji pertama adalah momen belajar memahami kapasitas dan kemampuan finansial diri sendiri.
3.Menjadi sandwich generation sejak awal karier Banyak fresh graduate yang begitu menerima gaji pertama, nggak bisa menggunakan uang tersebut sepenuhnya untuk diri sendiri. Ada tanggung jawab untuk membantu orang tua atau mendukung kebutuhan keluarga. Di satu sisi, ada rasa bahagia karena bisa berbagi. Namun di sisi lain, muncul juga tantangan untuk memikirkan kebutuhan pribadi sekaligus kebutuhan keluarga di usia yang masih sangat muda.
Menurut Michael Hartawan, Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago (IDX: ARTO), gaji pertama bukan hanya tentang jumlah uang yang diterima, tetapi juga tentang membangun kebiasaan finansial yang baik sejak awal.
"Gaji pertama sering dianggap sebagai simbol kebebasan finansial. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mulai membangun kebiasaan mengelola uang sejak awal karier. Kemampuan menempatkan uang sesuai tujuan akan membantu menciptakan rasa aman dan membantu seseorang lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan di masa depan," jelas Michael Hartawan, seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).
Mulai Kelola Gaji Pertama dengan Lebih Terarah
Banyak orang fokus mencari cara menambah penghasilan, tetapi lupa mempelajari cara mengelola penghasilan yang sudah dimiliki.
Salah satu langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah memisahkan uang berdasarkan tujuan penggunaannya.
Dengan begitu, kita bisa lebih mudah melihat berapa uang yang memang tersedia untuk kebutuhan sehari-hari, berapa yang perlu disimpan, dan berapa yang bisa digunakan untuk menikmati hasil kerja keras.
Melalui fitur Kantong di aplikasi Jago, kita bisa memisahkan uang ke dalam beberapa Kantong sesuai tujuan finansial masing-masing.
Dengan memisahkan uang sesuai tujuannya, kita dapat melihat kondisi keuangan dengan lebih jelas dan membuat keputusan finansial yang lebih bijak.
Karena pada akhirnya, menjadi "jago" mengelola uang bukan ditentukan oleh seberapa besar gaji, tetapi oleh seberapa baik menempatkan uang tersebut untuk hal-hal yang benar-benar penting.