See More

23 Juni 2026, 11:17

23 Juni 2026, 11:08

23 Juni 2026, 10:57

23 Juni 2026, 10:57

23 Juni 2026, 10:41

23 Juni 2026, 09:33
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (22/6), IHSG ditutup melemah 60,45 poin (- 0,98%) ke level 6.116,69.
Pelemahan IHSG dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,11 triliun, khususnya pada saham-saham perbankan blue chip dan telekomunikasi.
Selain akibat aksi ambil untung karena bayang-bayang kebijakan hawkish The Fed, penurunan ini juga didorong oleh sikap kehati-hatian (wait and see) pelaku pasar menjelang pengumuman penting bobot indeks Emerging Market oleh MSCI pada 24 Juni, serta koreksi mendalam pada saham di sektor barang baku.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+0,29%), S&P 500 (-0,37%), dan Nasdaq (-1,33%).
Pasar bergerak variatif karena anjloknya saham-saham teknologi raksasa tertahan oleh kabar positif dari Timur Tengah.
DJIA berhasil menguat berkat kemajuan dialog damai antara Iran dan AS yang ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan.
Kabar damai ini membuat harga energi terus turun karena pasokan diperkirakan akan segera pulih normal.
Di sisi lain, pasar obligasi pemerintah AS masih tertekan karena para investor khawatir Bank Sentral AS (The Fed) akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi setelah pertemuan mereka pekan lalu.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak cenderung tertekan seiring masih tingginya tekanan Rupiah akibat arus keluar dana asing yang terus terjadi,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (23/6).