Prabowo Ingin KopDes Merah Putih Jadi Pusat Pelayanan Barang Bersubsidi
Oleh: Ronal

Foto : Youtube Sekretariat Presiden
Pasardana.id – Pemerintah akan menjadikan Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih sebagai jalur utama penyaluran berbagai barang subsidi di tingkat desa.
Tujuannya agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran sekaligus mencegah praktik penyimpangan dan penyelundupan barang subsidi.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, KopDes Merah Putih nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat yang mendapat subsidi pemerintah, mulai dari pupuk hingga LPG.
Kepala Negara menjelaskan, gagasan awal pembentukan KopDes Merah Putih ini berawal dari keinginannya memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.
Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan koperasi simpan pinjam di seluruh desa dan kelurahan yang jumlahnya mencapai sekitar 81 ribu.
"KopDes Merah Putih nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalam ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa, obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota," katanya, di acara Hari Koperasi Nasional di Jakarta, Minggu (12/7).
Prabowo bilang, keberadaan koperasi tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani masyarakat desa.
“Masalahnya adalah untuk memotong cengkeraman para lintah darat itu. Supaya membebaskan jutaan rakyat kita dari ketergantungan kepada itu. Dan akhirnya muncul lagi bahwa, oh iya pupuk bersubsidi bisa di koperasi,” ujar dia.
Setelah konsep koperasi dirancang, pemerintah kemudian melihat peluang untuk memperluas fungsinya sebagai saluran distribusi berbagai barang bersubsidi.
“Kemudian gas, tabung-tabung gas itu bisa di koperasi. Kemudian hampir semua barang-barang subsidi bisa kita salurkan melalui kooperasi supaya tidak diselewengkan. Karena banyak barang subsidi diselewengkan tidak sampai ke rakyat yang perlu, tapi diatur-atur sedemikian,” tambahnya.
Menurut Prabowo, penyimpangan barang subsidi selama ini menjadi persoalan serius.
Bahkan, ia menyebut sebagian barang subsidi justru diselundupkan ke luar negeri sehingga tidak dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
“Bahkan banyak yang diselundupkan ke luar negeri saudara-saudara rakyat. Itulah latar belakang Koperasi Merah Putih. Kemudian kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan,” ungkapnya lagi.




