kementerian ESDM|harga BBM|pertamax|pertamax dex|harga minyak dunia|penurunan harga

Kementerian ESDM Ungkap Harga Pertamax Turun Jika Tren Minyak Dunia Melemah

Oleh: Ronal

18 Juni 2026, 08:59
Kementerian ESDM Ungkap Harga Pertamax Turun Jika Tren Minyak Dunia Melemah

Foto : istimewa

Pasardana.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, seperti jenis Pertamax hingga Dex Series terjadi karena mengikuti pergerakan harga minyak mentah global.

Selain perkembangan harga pasar tersebut, ada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Oleh karena itu, fluktuasi harga minyak global menjadi variabel utama yang menentukan harga jual di tingkat konsumen domestik.

Maka, tak heran jika dikemudian hari ada potensi penurunan harga BBM non-subsidi ini di tanah air.

Semua kembali pada penyesuaian harga minyak mentah global jika alami tren pelemahan.

"Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, dalam keterangannya di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (17/6).

Dalam kesempatan tersebut, Anggia menjelaskan, bahwa prinsip penyesuaian ini berlaku dua arah.

Jika harga minyak dunia melonjak, maka penyesuaian harga ke atas sulit dihindari guna menjaga keberlangsungan operasional penyedia BBM.

Namun, pemerintah tetap berkomitmen untuk memitigasi dampak gejolak pasar energi global terhadap masyarakat.

Menurutnya, para pelaku usaha, baik BUMN maupun swasta, harus bergerak dinamis mengikuti harga keekonomian.

"Dengan fluktuasi harga yang semakin dinamis, para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian," imbuhnya.

Pihaknya, dalam hal ini Kementerian ESDM, juga meminta masyarakat untuk memahami perbedaan mendasar antara kategori BBM subsidi dan non-subsidi.

Untuk jenis BBM khusus penugasan dan subsidi seperti Pertalite dan Solar, pemerintah tetap memberikan intervensi penuh agar harganya tidak terpengaruh langsung oleh volatilitas pasar global.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Sebaliknya, bagi pengguna BBM non-subsidi, harga akan terus dievaluasi secara berkala mengikuti mekanisme pasar yang berlaku secara internasional.

Berita Terkini

See More