ANALIS MARKET (12/6/2026): IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (11/6), IHSG ditutup melemah -16,34 poin (-0,28%) ke level 5.886,03.
Pelemahan IHSG disebabkan adanya profit taking pelaku pasar pasca rebound sebesar 10%.
Kemudian, Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Mei 2026 akan terkontraksi -3,2% YoY dan -0,9% MoM.
Pada April 2026 sendiri, realisasi penjualan ritel tercatat terkontraksi -3,7% YoY dan -11,6% MoM (vs. Maret 2026: +3,4% YoY, +10,3% MoM), lebih dalam dibandingkan perkiraan Bank Indonesia yang mengestimasikan kontraksi -1,9% YoY dan -10% MoM.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+1,86%), S&P 500 (+1,75%), & Nasdaq (+2,54%).
Penguatan tersebut didorong oleh kombinasi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gairah besar di sektor teknologi.
Sentimen investor membaik secara signifikan setelah Presiden Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran, yang langsung meredam harga minyak mentah dan ditambah dengan adanya klaim kesepakatan prinsip dengan para sekutu regional.
Di saat yang sama, pasar teknologi ikut meledak karena investor berbondong-bondong mengambil posisi menjelang rencana IPO SpaceX serta adanya lonjakan pesanan chip (CPU) yang memicu reli besar pada saham-saham semikonduktor seperti Lam Research, Micron, Intel, dan AMD.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan akan cenderung bergerak mixed sembari mencermati perkembangan ekonomi dan politik dalam negeri,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (12/6).




