Menko Airlangga Sebut Ekspor Listrik ke Singapura Tidak Terealisasi Tahun Ini
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Rencana pemerintah untuk melakukan ekspor listrik ke Singapura dipastikan belum bisa terealisasi tahun ini.
Hal tersebut diungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang menyebutkan, kalau ekspor listrik ke Negeri Singa tersebut membutuhkan pembangunan infrastruktur yang memakan waktu hingga 1,5 tahun.
"Tidak (bisa tahun ini). Bangun fasilitasnya butuh waktu setidaknya 1 sampai 1,5 tahun untuk diimplementasikan," katanya, dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6).
Menko Airlangga juga menambahkan, soal perkembangan ekspor listrik ini, pihaknya masih melakukan evaluasi teknis dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Saya pikir untuk hal ini kami masih evaluasi dengan Menteri ESDM. Harapannya saat pertemuan pemimpin, kita bisa finalisasi implementasi dari MoU yang sudah ditandangani tahun lalu," ungkapnya.
Diketahui, sebelumnya Pemerintah berencana melakukan ekspor listrik ke Singapura pada 2025 lalu.
Hal ini, setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng.
Ada tiga MoU yang disepakati, diantaranya, MoU tentang Zona Industri Berkelanjutan, MoU Interkoneksi dan perdagangan listrik lintas batas, teknologi energi terbarukan dan rendah karbon, serta efisiensi dan konservasi energi, serta MoU soal kerja sama dalam penangkapan dan penyimpanan karbon lintas batas.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, jalannya kerja sama dengan Singapura ini melalui proses yang panjang.
Akan tetapi, dia menekankan, kerja sama ini bisa terjadi dengan asas gotong royong antara negara Asia Tenggara.





