See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
menkeu purbaya|Kasus Suap|Dirjen Bea dan Cukai
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi munculnya nama Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama dalam dakwaan kasus korupsi suap importasi barang.
Menkeu bilang, pihaknya akan mengikuti segala proses hukum yang sedang berlangsung.
"Ya kita lihat saja nanti. Nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa," kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (07/5).
Dirinya mengatakan, tidak akan menonaktifkan Djaka dari Dirjen Bea dan Cukai sebelum ada keputusan bersalah dari pengadilan.
Menurut dia, tindakan akan diambil jika sudah ada keputusan.
"Tidak (dinonaktifkan), sampai clear di sana seperti apa prosesnya. Kan baru mulai, namanya baru muncul, masa langsung berhenti. Kita lihat sampai clear sejelas-jelasnya seperti apa kasus itu, baru kita akan ambil tindakan," ujarnya.
Menurut dia, terlalu cepat untuk mengambil keputusan terhadap kasus tersebut.
Pasalnya, namanya baru muncul pada Rabu (06/5) dalam surat dakwaan perkara suap terkait importasi barang yang sidangnya berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat.
"Saya kan belum terlalu jelas ini seperti apa. Ini kan baru disebutkan tadi malam di pengadilan. Nanti kita lihat seperti apa kelanjutan prosesnya, itu saja," ucap Menkeu Purbaya.
Dalam dokumen surat dakwaan, diketahui, Djaka menjadi salah satu pejabat DJBC yang bertemu dengan sejumlah pengusaha kargo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Juli 2025.
Salah satu pihak yang hadir dalam pertemuan itu adalah John Field, pimpinan Blueray Cargo yang menjadi terdakwa kasus suap dengan total nilai Rp61,3 miliar.