See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
kondisi ekonomi|pertumbuhan ekonomi|krisis ekonomi|resesi|menkeu purbaya
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Sejumlah narasi yang menyebut Indonesia tengah menuju krisis ekonomi seperti krisis 1998, dibantah keras oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Seperti diketahui, soal kabar ekonomi Indonesia seperti krisis 1998 yang disebutkan oleh ekonom banyak beredar di TikTok.
Terkait hal tersebut, Menkeu Purbaya menegaskan kalau saat ini ekonomi RI justru mulai tumbuh.
“Perlu dipahami, resesi itu berarti pertumbuhan ekonomi negatif. Saat ini kita masih berada dalam fase ekspansi. Jadi, narasi bahwa Indonesia menuju krisis seperti 1998 tidak tepat,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (05/5).
Bendahara Negara ini bahkan mengklaim data Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen di triwulan pertama 2026.
Menurut Menkeu, hal ini menjadi bukti kalau Indonesia masih tahan krisis global.
“Pada kecele, salah prediksi. Boro-boro resesi, malah naik. Apalagi krisis,” ujar Menkeu.
Dirinya kemudian menjelaskan siklus ekonomi Indonesia yang biasa terjadi.
Polanya yakni ekonomi tumbuh, lambat, barulah resesi.
Kata dia, RI bisa saja mengalami resesi.
Namun krisis bisa terjadi apabila resesi terlalu dalam, sedangkan saat ini RI justru tumbuh.
“Padahal mereka nggak pernah lihat data ekonominya 97-98. Jadi data ini, pertumbuhan ekonomi triwulan pertama ini menunjukkan bahwa reformasi ekonomi yang dilakukan sudah memberikan dampak kepada perekonomian. Dan kita sepertinya akan terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat,” bebernya.
Menkeu juga meluruskan isu terkait likuiditas pemerintah.
Ia memastikan kondisi kas negara tetap aman dan dikelola secara aktif.
“Terkait isu likuiditas, perlu saya klarifikasi bahwa kondisi kas pemerintah masih aman. Dana pemerintah tetap tersedia di sistem perbankan dan tidak hilang,” tandasnya.