ANALIS MARKET (25/5/2026): IHSG Cenderung Konsolidasi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (22/5), IHSG ditutup menguat +67,10 poin (+1,10%) ke level 6.162,05.
IHSG berhasil menguat setelah melemah delapan hari secara berturut-turut (-16,11%).
Kemudian, Bank Indonesia mencatat bahwa defisit transaksi berjalan (current account) Indonesia pada 1Q26 melebar menjadi US$4 miliar dari defisit US$2,5 miliar pada 4Q25, meski lebih baik dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan defisit US$4,7 miliar.
Dari eksternal, ekspektasi pelaku pasar global terhadap kebijakan suku bunga The Fed semakin mengarah ke arah penahanan bahkan berpotensi menuju kenaikan di bulan Desember, jika Inflasi AS tetap berada diatas target 2%.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, seperti DJIA (+0,58%), S&P 500 (+0,37%), & Nasdaq (+0,19%).
Penguatan tersebut didorong oleh kombinasi sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik serta solidnya kinerja fundamental perusahaan.
Investor merespons positif adanya sinyal kemajuan dalam pembicaraan damai antara AS dan Iran di Timur Tengah, yang diperkuat oleh rilis laporan keuangan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi pasar.
Lonjakan ini dipimpin oleh sektor teknologi seperti Dell dan HP Inc. yang ikut terkerek sentimen positif kinerja Lenovo, serta aksi korporasi dan capaian laba yang kuat dari perusahaan besar seperti Estée Lauder dan Workday.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi atau mencoba rebound teknikal secara terbatas (technical rebound),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (25/5).





