ANALIS MARKET (25/5/2026): IHSG Berpotensi Koreksi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG diperdagangan minggu lalu (22/5), ditutup naik 1.1%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.07 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, TPIA, AMMN, dan TLKM.
Sementara itu, Indeks saham Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (22/5). Penguatan didorong meredanya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58%, S&P 500 menguat 0,37% dan Nasdaq Composite bertambah 0,19%. Harapan pasar terhadap potensi meredanya konflik AS-Iran ikut mendorong sentimen positif. Reuters melaporkan tim dari Qatar telah terbang ke Teheran dengan koordinasi AS guna membantu tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Di sisi lain, harga minyak Brent naik 0,9% (US$ 103,54/bbl), sedangkan WTI menguat sekitar 0,3% (US$ 96,60/bbl). Dari sisi emiten, saham perusahaan semikonduktor Qualcomm melonjak hampir 12% dan mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut.
Di sisi lain, Bursa Asia kompak naik pada perdagangan akhir pekan lalu (22/5). Para investor masih mencermati perkembangan diplomasi antara AS dan Iran terkait upaya mencapai kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah. Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,7%, dan Topix menguat 1%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,4%, dan Kosdaq melesat 5% yang didorong penguatan saham teknologi dan sektor pertumbuhan. Selain itu, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,4%, dan Hang Seng Hong Kong bertambah 0,7%. Di sisi lain, data inflasi inti Jepang yang melampaui perkiraan pada April, sehingga menekan peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat oleh Bank of Japan (BOJ). Inflasi inti Jepang, tanpa memasukkan harga makanan segar, tercatat sebesar 1,4%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar 1,7%, serta turun dari posisi 1,8% pada bulan Maret.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (25/5), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi koreksi kembali hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 5900-6100 dan Resist IHSG: 6200-6250.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bsa menjadi pilihan pelaku pasar sebagai Trading Idea hari ini, yaitu: BBNI, TLKM, JPFA, SUPA, EMTK, dan SCMA.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
BBNI Spec Buy dengan area beli di 3770-3780, cutloss di bawah 3750. Target dekat di 3820-3850.
TLKM Spec Buy dengan area beli di 2900-2920, cutloss di bawah 2890. Target dekat di 2950-3000.
JPFA Spec Buy dengan area beli di 2550-2570, cutloss di bawah 2550. Target dekat di 2610-2640.
SUPA Spec Buy dengan area beli di 825-840, cutloss di bawah 815. Target dekat di 855-870.
EMTK Spec Buy dengan area beli di 650-660, cutloss di bawah 640. Target dekat di 680-700.
SCMA Spec Buy dengan area beli di 214-220, cutloss di bawah 210. Target dekat di 228-230.
Disclaimer on




