BI Rate|Bank Indonesia|kebijakan moneter|Office of Chief Economist Bank Mandiri

Bank Indonesia Diperkirakan Bakal Pertahankan Kebijakan Pro Stability

Oleh: Issa

21 Mei 2026, 13:48
Bank Indonesia Diperkirakan Bakal Pertahankan Kebijakan Pro Stability

foto: dok. Bank Indonesia

Pasardana.id - Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada RDG Mei-26, menandai kenaikan suku bunga pertama dalam dua tahun terakhir di tengah tekanan yang semakin besar terhadap nilai tukar Rupiah dan meningkatnya risiko imported inflation.

Kebijakan ini mencerminkan pergeseran fokus BI yang semakin menitikberatkan pada stabilitas pasar keuangan dan stabilitas eksternal, terutama setelah Rupiah sempat melemah mendekati Rp17.700/USD.

Menanggapi keputusan itu, Office of Chief Economist Bank Mandiri pada Kamis (21/5/2026) menilai, Bank Indonesia masih akan mempertahankan kebijakan yang cenderung pro-stability selama volatilitas global, harga minyak, yield US Treasury, dan penguatan USD masih berada pada level tinggi.

Fokus utama BI dalam jangka pendek kemungkinan tetap pada menjaga stabilitas Rupiah, mengendalikan imported inflation, serta mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik agar aliran modal asing tetap terjaga.

Meski fundamental domestik dan sektor perbankan masih relatif solid, ruang pelonggaran kebijakan moneter diperkirakan masih terbatas dalam waktu dekat.

Namun demikian, apabila tensi geopolitik global mulai mereda dan arus modal asing kembali masuk, maka BI berpotensi mengadopsi kebijakan yang lebih seimbang antara stabilitas dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026.

Berita Terkini

See More