Indeks Kospi Melambung 6,87 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melambung 377,56 poin, atau sekitar 6,87 persen, pada Rabu (8/4/2026), menjadi 5.872,34.
Volume perdagangan mencapai 926 juta saham senilai 35,6 triliun won atau sekitar US$24,1 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 782 berbanding 106.
Angka indeks melambung setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata untuk dua pekan ke depan.
Tak lama setelah bel pembukaan sesi perdagangan berbunyi, operator bursa mengaktifkan buy-side sidecar, menghentikan sementara perintah pembelian yang dijalankan program di Kospi futures.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah menerima 10 poin proposal dari Iran. Sedangkan Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan bahwa kapal-kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan melakukan koordinasi dengan militer Iran.
“Korea Selatan telah menghadapi dampak risiko geopolitik, termasuk peningkatan harga minyak dunia, dan perubahan Haluan yang kini terjadi juga akan berdampak besar,” kata Lee Kyoung-Min, seorang peneliti Daishin Securities, seperit dikutip Yonhap News.
Ketidakpastian masih ada karena Israel belum mengeluarkan pernyataan terkait kesepakatan perdamaian AS-Iran.
“Israel belum merespon kesepakatan perdamaian AS-Iran. Hal ini dapat menimbulkan eskalasi ketegangan,” jelas Seo Sang-Young, analis Mirae Asset Securities.
Investor asing dan ritel masing-masing meraup saham senilai 2,43 triliun won dan 2,71 triliun won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 5,41 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 7,12 persen dan 12,77 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing melonjak 7,4 persen dan 5,57 persen.
Saham perusahaan konstrukis Daewoo Engineering & Construction mencapai limit peningkatan 29,97 persen. Saham Hyundai Engineering & Construction meroket 21,04 persen.
Saham perusahaan minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing meningkat 1,15 persen dan 2,35 persen. Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan Hyundai Rotem masing-masing menguat 3,45 persen dan 2,13 persen.
Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 33,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.470,6 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melambung 15 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melonjak 223 poin, atau sekitar 2,55 persen, menjadi 8.951,8. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami penguatan, termasuk juga di Indonesia.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 104,83 poin, atau sekitar 2,69 persen, menjadi 3.995.

