ANALIS MARKET (08/4/2026): IHSG Berpotensi Short Term Teknikal Rebound
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (07/4), ditutup turun 0.26%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.78 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, ANTM, CUAN, dan BUMI.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (7/4), seiring munculnya harapan kesepakatan menit-menit akhir antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan. Indeks S&P 500 naik 0,08%, Nasdaq Composite menguat 0,10%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average turun 0,18%. Penguatan indeks terjadi setelah pasar merespons upaya mediasi dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Ia meminta Presiden AS Donald Trump menunda selama dua pekan tenggat waktu serangan terhadap infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Selain itu, Pakistan juga mengusulkan agar Iran membuka kembali Selat Hormuz selama dua pekan sebagai bentuk itikad baik. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump telah menerima usulan tersebut dan akan segera memberikan respons. Sepanjang sesi perdagangan, pelaku pasar mencermati tenggat waktu pukul 20.00 waktu AS atau jam 08.00 WIB yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut atau menghadapi serangan terhadap infrastrukturnya.
Di sisi lain, Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan Selasa (7/4). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,03%, dan Topix menguat 0,25%. Selanjutnya, indeks Taiex Taiwan melesat 2,02% dan indeks Kospi Korea Selatan bertambah 0,82%. Sementara itu, indeks ASX 200 Australia melonjak 1,74%. Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,23% dan FTSE Malay KLCI turun 0,24%. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam waktu kurang dari 24 jam, sekaligus memberi sinyal bahwa kepemimpinan Iran sedang bernegosiasi dengan sungguh-sungguh. Trump mengulangi tuntutannya agar Iran membuka Selat Hormuz pada pukul 8 malam hari Selasa, yang akan memungkinkan lalu lintas kembali mengalir melalui jalur vital untuk pasokan energi global - memperingatkan bahwa AS akan menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik dalam waktu empat jam jika tenggat waktu tersebut tidak dipenuhi.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (08/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 7020-7050. Tapi hati-hati, jika belum break di atas 7050, rentan kembali koreksi hari ini. Katalis terpenting adalah tercapai atau tidaknya keputusan damai untuk selat Hormuz hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6850-6900 dan Resist IHSG: 7020-7050.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBCA, ADMR, BUMI, DEWA, BULL, dan BRMS.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
BBCA Spec Buy dengan area beli di 6375-6475, cutloss di bawah 6350. Target dekat di 6600-6750.
ADMR Spec Buy dengan area beli di 1700-1715, cutloss di bawah 1700. Target dekat di 1760-1800.
BUMI Spec Buy dengan area beli di 234-236, cutloss di bawah 232. Target dekat di 242-246.
DEWA Spec Buy dengan area beli di 466-476, cutloss di bawah 466. Target dekat di 488-496.
BULL Spec Buy dengan area beli di 400-406, cutloss di bawah 390. Target dekat di 414-418.
BRMS Spec Buy dengan area beli di 745-760, cutloss di bawah 740. Target dekat di 780-790.
Disclaimer on

