See More

22 Mei 2026, 02:26

22 Mei 2026, 02:03

22 Mei 2026, 01:41

21 Mei 2026, 19:44

21 Mei 2026, 19:29

21 Mei 2026, 17:55
BBNI, BNI Sekuritas|analisa market
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (29/4) ditutup naik 0.41%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp987 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, BBRI, ANTM dan PTRO.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup turun pada perdagangan Rabu (29/4). Tekanan utama datang dari kenaikan harga minyak dunia serta sikap The Fed yang kembali menahan suku bunga di tengah kekhawatiran inflasi yang belum mereda. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,57%, S&P 500 turun tipis 0,04%. Sedangkan, Nasdaq Composite naik tipis 0,04%. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak 7,17% (US$ 107,16/bbl), sementara Brent naik 6,78% (US$ 118,80/bbl). Kenaikan disebabkan laporan bahwa AS memperluas blokade terhadap pelabuhan Iran, serta penolakan Presiden Donald Trump terhadap proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz hingga tercapainya kesepakatan program nuklir. Di sisi lain, The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan sekitar 3,5%-3,75%. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi jangka pendek, memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Di tengah tekanan makro, pasar menantikan laporan keuangan empat anggota ‘Magnificent Seven’, yakni Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft.
Di sisi lain, Mayoritas bursa Asia bervariasi dengan mayoritas naik pada perdagangan Rabu (29/4). Indeks Hang Seng Hong Kong melesat 1,68%, Taiex Taiwan turun 0,55%, CSI 300 China menguat 1,06%, Kospi Korea Selatan naik 0,75%, dan ASX 200 Australia melemah 0,27%. Sementara itu, Straits Times turun 0,55% dan FTSE Malaysia berkurang 0,53%. Di sisi lain, bursa saham Jepang libur bursa (Hari Showa). Di Australia, Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Mar-26 naik 4,6% YoY, dibandingkan dengan kenaikan 3,7% pada bulan sebelumnya, atau ekspektasi tumbuh 4,7%, data terbaru yang diterbitkan oleh Australian Bureau of Statistics (ABS). Selain itu, pasar mencermati rilis laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa. Semenara investor menanti petunjuk dari The Fed mengenai arah suku bunga. Sementra itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah meminta AS untuk mencabut blokade angkatan laut di Selat Hormuz.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (30/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi koreksi kembali hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6900-7000 dan Resist IHSG: 7150-7200.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MAPI, AKRA, ELSA, EMAS, FORE, dan TINS.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
MAPI Spec Buy dengan area beli di 1260-1290, cutloss di bawah 1260. Target dekat di 1325-1365. AKRA Spec Buy dengan area beli di 1530-1550, cutloss di bawah 1510. Target dekat di 1570-1600. ELSA Spec Buy dengan area beli di 810-830, cutloss di bawah 800. Target dekat di 850-875. EMAS Spec Buy dengan area beli di 9400-9475, cutloss di bawah 9325. Target dekat di 9550-9650. FORE Spec Buy dengan area beli di 930-945, cutloss di bawah 915. Target dekat di 965-985. TINS Spec Buy dengan area beli di 3560-3610, cutloss di bawah 3540. Target dekat di 3670-3730.
Disclaimer on