See More

14 Mei 2026, 05:46

13 Mei 2026, 23:53

13 Mei 2026, 23:01

13 Mei 2026, 22:49

13 Mei 2026, 22:38

13 Mei 2026, 22:26
Oleh: Ria

Foto: Ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (28/4), IHSG ditutup melemah -34,13 poin (-0,48%) ke level 7.072,39.
IHSG terus tertekan selama tujuh hari beruntun dengan akumulasi pelemahan sebesar -7,56%, yang dipicu oleh besarnya arus modal asing yang keluar (outflow) serta kekhawatiran pasar terhadap stabilitas fiskal nasional.
Sentimen domestik semakin diperberat oleh kebijakan pemerintah melalui Wakil Menteri Keuangan yang memangkas frekuensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi empat hari seminggu demi menghemat anggaran sekitar Rp50 triliun per tahun.
Di sisi global, ketegangan meningkat setelah Donald Trump membatalkan utusan negosiasi ke Iran, sementara dari sektor moneter, pelaku pasar cenderung bersikap waspada menanti keputusan The Fed yang diprediksi akan kembali mempertahankan suku bunga acuannya pada tengah pekan ini.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (-0,05%), S&P 500 (-0,49%), & Nasdaq (-0,90%).
Indeks S&P 500 dan Nasdaq turun cukup dalam pada perdagangan Selasa, tertekan oleh laporan kinerja OpenAI yang kurang memuaskan serta kenaikan harga minyak.
Laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa pertumbuhan pendapatan dan pengguna baru OpenAI berada di bawah target, sehingga memicu kekhawatiran pasar terkait kemampuan perusahaan dalam menutupi biaya komputasi di masa depan.
Kabar ini menyeret turun saham-saham sektor cip, di antaranya Nvidia yang turun 1,5%, Broadcom lebih dari 4%, AMD 3%, Intel 1%, dan Oracle lebih dari 3%.
Selain itu, raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, dan Alphabet juga kompak melemah menjelang laporan laba yang akan dirilis lusa.
"IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif namun cenderung melemah (mixed to lower),seiring adanya kekhawatiran terkait pelemahan nilai tukar Rupiah, berlanjutnya modal asing keluar (outflow), dan tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi," sebut analis FAC Sekuritas dalam riset, Rabu (29/4).