depresiasi Rupiah|gejolak nilai tukar rupiah|dolar as|Bank Indonesia

Rupiah Terus Melemah, Bank Indonesia Beri 5 Catatan

Oleh: Issa

03 Juni 2026, 14:28
Rupiah Terus Melemah, Bank Indonesia Beri 5 Catatan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bank Indonesia kembali merespons atas kondisi nilai tukar rupiah saat ini. Kali ini melalui pernyataan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso.

Dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026), Ramdan menjelaskan 5 hal.

  1. Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal.

  2. Bank Indonesia terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan.

  3. Mulai 2 Juni 2026, Bank Indonesia telah memberlakukan ketentuan threshold tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa underlying menjadi USD25.000 per pelaku per bulan.

  4. Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar. Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

  5. Bank Indonesia memandang bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Seperti diketahui, saat ini nilai tukar rupiah terus bergerak melemah dan mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

Berita Terkini

See More