ANALIS MARKET (13/4/2026): IHSG Berpotensi Melemah
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (10/4), IHSG ditutup naik 2.07%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp240 Bn. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, ASII, UNTR, BMRI dan BBNI.
Sementara itu, Wall Street ditutup beragam, dengan investor wait and see akhir pekan dan terus memantau negosiasi perdamaian Timur Tengah yang sedang berlangsung. Jumat (10/4), indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,56%, S&P 500 turun 0,11%, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,35%. Sementara itu, saham Broadcom dan Nvidia masing-masing naik 4,7% dan 2,6%. Di sisi lain, indeks harga konsumen (CPI) Departemen Tenaga Kerja, indikator inflasi utama pertama yang dirilis sejak dimulainya perang, menunjukkan harga konsumen mencatat lonjakan bulanan terbesar dalam hampir empat tahun karena lonjakan harga energi yang diperkirakan, yang memicu lonjakan 21,2% di pompa bensin. CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, lebih dingin dari yang diantisipasi analis. Namun, guncangan dari lonjakan harga minyak mentah kemungkinan akan terasa lebih tajam dalam beberapa bulan mendatang.
Di sisi lain, Bursa Asia mayoritas meningkat pada perdagangan Jumat pekan lalu (10/4). Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,84%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,55%, Taiex Taiwan naik 1,60% dan Kospi Korea Selatan melonjak 1,40%. Sedangkan, indeks ASX 200 Australia melemah 0,14% dan Topix Jepang turun 0,04%. Sementara itu, FTSE Straits Times menguat 0,25% dan FTSE Malay KLCI naik 0,30%. Pasar Asia-Pasifik sebagian besar menguat, karena gencatan senjata dua minggu yang lemah antara AS dan Iran membuat investor tetap waspada. Konflik Timur Tengah, yang telah berlangsung lebih dari sebulan, menyebabkan penutupan Selat Hormuz, dan lalu lintas sebagian besar masih dibatasi melalui jalur air energi yang penting ini meskipun ada gencatan senjata. Teheran mengatakan akan membuka kembali selat tersebut selama semua serangan terhadap negara itu dihentikan, menurut pernyataan dari menteri luar negerinya. Laporan media mengatakan bahwa Israel juga telah menyetujui gencatan senjata tersebut.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (13/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi tes support di 7400 dan jika bertahan, akan melanjutkan rebound-nya ke 7600an. Diperkirakan Support IHSG: 7330-7400 dan Resist IHSG: 7560-7600.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi Trading Idea hari ini, yaitu: PTRO, DEWA, BULL, BKSL, VKTR, dan AADI.
Berikut ini trading sahamnya;
PTRO Spec Buy dengan area beli di 5350-5375, cutloss di bawah 5250. Target dekat di 5475-5700.
DEWA Spec Buy dengan area beli di 500-510, cutloss di bawah 500. Target dekat di 530-560.
BULL Spec Buy dengan area beli di 420-426, cutloss di bawah 414. Target dekat di 440-460.
BKSL Spec Buy dengan area beli di 112-114, cutloss di bawah 109. Target dekat di 117-121.
VKTR Spec Buy dengan area beli di 950-960, cutloss di bawah 930. Target dekat di 990-1020.
AADI Spec Buy dengan area beli di 10125, cutloss di bawah 10075. Target dekat di 10300-10550.
Disclaimer on

