Indeks Kospi Melambung 8,44 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melambung 426,24 poin, atau sekitar 8,44 persen, pada Rabu (1/4/2026), menjadi 5.478,7.

Volume perdagangan moderat mencapai 942,93 juta saham senilai 27,31 triliun won atau sekitar US$18,19 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 837 berbanding 70.

Angka indeks melambung mengikuti pergerakan saham di Wall Street berkat aksi beli investor institusi.

Investor institusi meraup saham senilai 4,03 triliun won, sedangkan investor asing dan ritel masing-masing melepas saham senilai 612,61 miliar won dan 3,76 triliun won.

Korea Exchange (KRX) sebagai operator bursa saham utama di Korea Selatan sempat mengaktifkan mekanisme pengawasan pembelian (buy-side sidecar) selama lima menit sekitar tujuh menit setelah bel pembukaan, menghentikan sementara pesanan beli yang digerakkan program (program-driven buy orders) pada kontrak berjangka KOSPI.

Sebuah lonjakan harga dari sisi pembeli juga terjadi di pasar Korea Securities Dealers Automated Quotation (KOSDAQ) yang didominasi saham teknologi. KOSDAQ ditutup di angka 1.116,18 dengan peningkatan 6,06 persen pada Rabu.

Sentimen positif berhembus setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS akan mengakhiri operasi militer terhadap Iran dalam dua atau tiga pekan ke depan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Presiden Dewan Eropa Antonio Costa bahwa Iran memiliki keinginan untuk mengakhiri perang jika lawan-lawan Iran berjanji tidak melakukan penyerangan.

“Indeks Kospi turun 19,1 persen dari puncaknya pada pekan pertama Maret dan berpeluang untuk terus merosot. Namun perolehan laba korporasi masih tinggi, sehingga pasar modal memiliki kemungkinan untuk rebound dari keterpurukan,” jelas laporan bulanan yang dirilis KB Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Penyertaan Korea Selatan di World Government Bond Index juga mendukung aksi beli di bursa saham.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meroket 13,4 persen dan 10,66 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing melambung 9,54 persen dan 6,96 persen.

Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution dan perusahaan baja POSCO masing-masing meningkat 3,17 persen dan 4,06 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BIoLogics dan Celltrion masing-masing melonjak 4,52 persen dan 4,46 persen.

Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan perusahaan manufaktur pembangkit listrik tenaga nuklir Doosan Enerbility masing-masing melonjak 6,73 persen dan 8,5 persen. Saham perusahaan keuangan KB Financial menguat 4,51 persen.

Saham perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy turun 2,9 persen, sedangkan saham Hanwha Ocean melonjak 5,66 persen.

Nilai tukar won menguat terhadao dolar AS, naik 28,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.501,3 won per dolar AS.

Secara umum bura saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melambung 4,84 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melonjak 190 poin, atau sekitar 2,24 persen, menjadi 8.671,8. Bursa saham di Asia Tenggara menguat, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Comsosite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 56,69 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 3.948,55. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 505,89 poin, atau sekitar 2,04 persen, menjadi 25.294,03.