Indeks Kospi Terjun 4,26 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 224,84 poin, atau sekitar 4,26 persen, pada Selasa (31/3/2026), menjadi 5.052,46.

Volume perdagangan mencapai 1,15 miliar saham senilai 28,23 triliun won atau sekitar US$13,64 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 789 berbanding 117.

Angka indeks mengalami penurunan tajam dipicu aksi jual investor asing setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman kepada Iran dan tiada tanda-tanda berakhirnya perang yang telah berkecamuk selama sebulan terakhir di Timur Tengah.

“Krisis Iran, yang menyebabkan peningkatan harga minyak dunia, membuat premi risiko ekuitas naik. Kehati-hatian menyikapi gerak pasar saham diperlukan, mengingat kemungkinan revisi ke bawah terhadap perkiraan pendapatan di tengah risiko geopolitik,” jelas Lee Jung-Bin, analis  Shinhan Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing melepas saham senilai 3,84 triliun won, sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing meraup saham senilai 1,03 triliun won dan 2,43 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 5,16 persen dan 7,56 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing anjlok 5,11 persen dan 4,16 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing turun 1,7 persen dan 2,13 persen. Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan perusahaan manufaktur pembangkit listrik tenaganuklir Doosan Enerbility masing-masing anjlok 4,51 persen dan 2,55 persen, sedangkan saham perusahaan keuangan KB Financial merosot 2,74 persen.

Saham perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy turun 3,12 persen, saham Hanwha Ocean sebaliknya meningkat 1,69 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 14,4 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.530,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,44 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 20,8 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 8.481,8. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Thailnd, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Malaysia dan Filipna menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 31,43 poin, atau sekitar 0,8 persen, menjadi 3.891,86.