Indeks Kospi Anjlok 2,97 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Tokyo, Jepang, anjlok 161,57 poin, atau sekitar 2,97 persen, pada Senin (30/3/2026), menjadi 5.277,3.

Volume perdagangan moderat mencapai 721,04 juta saham senilai 20,66 triliun won atau sekitar US$13,64 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 749 berbanding 154.

Angka indek anjlok dipicu kekhawatiran eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mempengaruhi pasokan ke pasar minyak global.

“Berlarutnya perang membuat para pelaku pasar saham mengalami kesulitan untuk merespon perkembangan terbaru. Meski resiliensi pasar masih baik, namun para investor harus siap menghadapi volatilitas,” jelas Han Ji-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing melepas saham senilai 2,13 triliun won, sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing meraup saham senilai 883,16 miliar won dan 897,35 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,89 persen dan 5,31 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing anjlok 5,15 persen dan 2,76 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing turun 4,73 persen dan 2,18 persen. Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan perusahaan manufaktur pembangkit listrik tenaga nuklir Doosan Enerbility masing-masing melemah 2,02 persen dan 3,98 persen.

Saham perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy dan Hanwha Ocean masing-masing anjlok 3,71 persen dan 4,06 persen. Saham perusahaan keuangan KB Financial terjun 4,14 persen, sedangkan saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution melambung 3,93 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 6,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.515,7 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,92 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 55,3 poin, atau seitar 0,65 persen, menjadi 8.461. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, danFilipina melemah, sedangkan Bursa Singapura menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 9,56 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 3.923,29. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 201,09 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 24.750,79.