Zulhas Sebut Beras Impor dari AS Bukan Untuk Konsumsi Umum
Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, beras yang diimpor dari Amerika Serikat (AS) bukan untuk konsumsi umum.
Beras tersebut untuk kebutuhan khusus termasuk bagi penderita diabetes atau segmen tertentu seperti restoran Jepang.
Menteri yang kerap disapa Zulhas ini menegaskan, beras yang dimaksud dalam kesepakatan dagang tersebut bukan beras konsumsi sehari-hari masyarakat luas.
"Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu (diabetes). Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3) kemarin.
Zulhas bilang, kategori beras khusus memang lazim dalam perjanjian perdagangan internasional, termasuk kerja sama dengan Jepang untuk mendatangkan beras khas yang digunakan restoran Jepang di Indonesia.
Zulhas menyebut, bukan Indonesia tak bisa memproduksi di dalam negeri, tapi menurut dia, faktor hargalah yang menjadi pertimbangan utamanya.
"Mahal itu, Rp 100 ribu lebih 1 kilo kan? Iya, siapa mau beli kan? Yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja, kalau yang Jepang kan gitu," timpalnya.
Dirinya pun membantah anggapan bahwa impor dilakukan karena lebih menguntungkan.
"Bukan (menguntungkan) mahal harganya. Kayak beras Jepang tuh Rp 100 ribu kan 1 kilonya," jelas dia.
Sebelumnya, pembelian produk pertanian termasuk impor 1.000 ton beras dari AS merupakan bagian dari kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Namun, pemerintah menegaskan realisasinya tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan domestik.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menyatakan, beras yang diimpor masuk dalam klasifikasi khusus.
Dalam lima tahun terakhir, Indonesia tercatat tidak pernah mengimpor beras dari AS.
Selain itu, volume 1.000 ton dinilai sangat kecil dibandingkan total produksi beras nasional.

