Soal Impor Beras, Begini Kata Mendag Zulhas

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) mengatakan, pasokan beras di gudang Perum Bulog memang sangat diperlukan lantaran tugas Bulog menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Karena itu, dia mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyetujui rencana Bulog untuk mengimpor beras agar stoknya terpenuhi.

Dengan begitu, kata dia, kapanpun Bulog akan mengimpor bisa segera dieksekusi jika diperlukan.  

"Kalau diperlukan, segera! Persetujuannya sudah, masuknya kapan saja, anytime. Jadi kalau diperlukan Bulog hari ini, besok, lusa, sudah bisa. Kami kasih kapan saja, jadi kalau enggak bisa memenuhi 6 hari itu, silahkan (impor) mau satu hari, setelah itu mau dua hari silahkan," ujar Mendag Zulhas di Jakarta, Selasa (29/11).

Zulhas menambahkan, kenaikan harga beras sangat besar pengaruhnya pada peningkatan inflasi.

"Karena gini, beras itu kalau naik Rp 10 itu pengaruhnya terhadap inflasi 3 koma lebih 3,3 - 3,6 persen. Jadi kalau cabai, bawang naik itu cuman 0,1 tapi kalau beras naik Rp 5, inflasi naik 3,6 jadi besar sekali," jelas Zulhas.

Mengacu pada data Kementerian Pertanian (Kementan) soal stok beras, Zulhas mengatakan, stok beras RI surplus dan tidak perlu impor. Namun, stok beras tersebut ada di pedagang dan rumah tangga.

Di lain sisi, ada rancu data beras antara Kementan dan Bulog.

Beberapa waktu lalu, Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini hanya 651 ribu ton atau separuh dari target sebanyak 1,2 juta ton.

Oleh karena itu, Zulhas menekankan bahwa beras adalah makanan pokok yang penting.

Dengan begitu, Kemendag menegaskan persediaan beras Bulog tidak boleh kurang dari 1,2 juta ton.