ID FOOD Gencar Turun ke Pasar, Pastikan Stok dan Harga Tetap Stabil
Pasardana.id - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (ID FOOD) gencar turun ke pasar guna memastikan stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terjaga menjelang lebaran.
Pemantauan distribusi dan ketersediaan komoditas strategis terus diperkuat perseroan jelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Idulfitri.
Peningkatan kebutuhan masyarakat pada periode tersebut menjadi perhatian utama, khususnya untuk komoditas minyak goreng dan gula konsumsi di sejumlah wilayah.
“Kami ingin memastikan pasokan dan harga tetap stabil, serta distribusi berjalan lancar dengan harga yang sesuai ketentuan, terutama pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat. Koordinasi dengan distributor dan pelaku pasar terus kami perkuat agar tidak terjadi kekosongan pasokan,” ujar Ghimoyo, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD, seperti dilansir dari siaran pers, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, 2 minggu jelang lebaran ID FOOD intens melakukan peninjauan ke pasar-pasar pantauan di sejumlah provinsi.
Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan, di Balikpapan, harga minyak goreng dan gula konsumsi terpantau relatif stabil.
Meski demikian, terdapat beberapa titik yang mengalami penyesuaian pasokan.
Menurutnya, berdasarkan komunikasi dengan pelaku distribusi, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pengalihan sebagian alokasi untuk program bantuan pangan pemerintah.
Menyikapi hal itu, perseroan mengoptimalkan stok yang tersedia agar pasokan Minyakita dan gula tetap aman di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.
“Kami memastikan pasokan tetap terjaga dengan memaksimalkan distribusi dari stok yang ada, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelas Ghimoyo.
Sementara itu, di Samarinda dan Banjarmasin, harga minyak goreng dan gula konsumsi berada dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET).
Adapun komoditas cabai mengalami kenaikan harga yang dipengaruhi faktor pasokan dan distribusi musiman.
“Secara umum, ketersediaan minyak goreng dan gula dinilai mencukupi meskipun terjadi peningkatan permintaan di beberapa segmen pasar,” sebutnya.
Pada dua titik pasar pantauan tersebut, pihaknya mengatakan, Minyakita dan gula produksi ID FOOD tercatat mengalami percepatan pergerakan stok karena banyak dibeli untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perseroan memandang tingginya permintaan tersebut sebagai indikasi bahwa produk BUMN Pangan tetap menjadi pilihan masyarakat dan pelaku usaha berkat kualitas dan harga yang kompetitif.
Menurut Ghimoyo, pihaknya optimis langkah menjaga kesinambungan pasokan berjalan optimal melalui koordinasi intensif dengan produsen dan distributor.
Sejalan dengan itu, Perseroan juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan tata kelola minyak goreng rakyat sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, termasuk ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) yang mewajibkan pabrikan menyalurkan alokasi untuk kebutuhan dalam negeri sesuai kuota pemerintah.
“Kami berharap, penguatan pengawasan dan koordinasi terus dilakukan agar alokasi Minyakita dari pabrikan dapat tersalurkan sesuai ketentuan, sehingga stabilitas pasokan di daerah tetap terjaga,” tambah Ghimoyo.
Sebagai Holding BUMN Pangan, ia menegaskan komitmen ID FOOD dalam memperkuat distribusi stok eksisting, koordinasi lintas wilayah, menjaga harga tetap sesuai HET, serta memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
“Upaya ini sekaligus mencerminkan peran aktif BUMN dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.

