Indeks Kospi Turun 0,4 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 21,59 poin, atau sekitar 0,4 persen, pada Jumat (27/3/2026), menjadi 5.438,87.
Volume perdagangan moderat mencapai 889,98 juta saham senilai 23 triliun won atau sekitar US$15,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 441 berbanding 436.
Angka indeks anjlok di awal sesi perdagangan dipicu kekhawatiran eskalasi ketegangan di Timur Tengah dan dampak diluncurkannya TurboQuant, algoritma kompresi memori AI, oleh Google yang dapat memangkas jumlah chip memori yang dibutuhkan untuk menjalankan model AI.
Namun indeks Kospi kemudian mengalami rebound ke angka penutupan berkat aksi beli para investor terhadap saham blue-chip, jelas Lee Sung-Hoon, analis Kiwoom Securities, seperti dilansir Yonhap News.
Investor asing melepas saham senilai 3,88 triliun won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing meraup saham senilai 2,7 triliun won dan 778,7 miliar won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,22 persen dan 1,18 persen. Saham perusahaan investasi AI SK Square anjlok 2,51 persen.
Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan perusahaan manufaktur pembangkit listrik tenaga nuklir Doosan Enerbility masing-masing merosot 2,48 persen dan 2,78 persen.
Saham perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy dan Hanwha Ocean masing-masing turun 2,45 persen dan 1,99 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution masing-masing melonjak 1,02 persen dan 2,6 persen.
Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing meningkat 1,32 persen dan 1,48 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 1,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.508,9 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,2 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 9,44 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 8.516,28. Indeks utama perdagangan saham Bursa Filipina dan Indonesia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 24,64 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 3.913,72. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 95,45 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 24.951,88.

