Indeks Kospi Turun 0,48 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 26,7 poin, atau sekitar 0,48 persen, pada Kamis (12/3/2026), menjadi 5.583,25.

Volume perdagangan mencapai 794,1 miliar saham senilai 23,6 triliun won atau sekitar US$15,9 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 569 berbanding 321.

Angka indeks melemah dipicu eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang memicu volatilitas ekstrem harga minyak dunia.

“Meningkatnya harga minyak dunia hingga melampaui US$90 (per barel) terefleksi di pasar saham,” kata Lee Kyoung-Min, periset Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing melepas saham senilai 2,36 triliun won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing meraup saham senilai 2,23 triliun won dan 53,9 miliar won.

International Energy Agency berencana untuk merilis cadangan minyaknya untuk mengatasi fluktuasi harga minyak dunia, namun para investor tidak terlalu menyambut baik rencana tersebut karena konflik di Timur Tengah dirasa akan berlangsung untuk periode waktu yang lama.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,11 persen dan 2,6 persen. Saham Nongshim terjun 5,08 persen usai perusahaan broker menurunkan target harga saham perusahaan makanan tersebut.

Saham perusahaan minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing meningkat 1,84 persen dan 2,97 persen. Saham perusahaan sekuritas Mirae Asset Securities merosot 1,4 persen, sedangkan saham Kiwoom Securities tidak berubah dari sesi sebelumnya.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 14,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.481,2 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,34 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 114,5 poin, atau sekitar 1,31 persen, menjadi 8.629. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Thailand dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melemah 4,33 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 4.129,1. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 182 poin, atau sekitar 0,7 persen, menjadi 25.716,76.