Indeks Kospi Melonjak 4,1 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 208,9 poin, atau sekitar 4,1 persen, pada Senin (9/2/2026), menjadi 5.298,04.
Volume perdagangan mencapai 612,4 juta saham senilai 26,2 triliun won atau sekitar US$17,9 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 714 berbanding 173.
Angka indeks melonjak dipicu kembalinya kepercayaan para investor terhadap industri AI, setelah kekhawatiran terhadap profitabilitas jangka panjang dan beban investasi terhadap keuangan perusahaan sempat mencuat.
"Karena pasar saham perlu mencerna beban jangka pendek, seperti liburan panjang, investor disarankan untuk mengambil keputusan tentang arah indeks dan saham-saham utama setelah liburan minggu depan," kata Han Ji-young, periset Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 441,8 miliar won dan 2,7 triliun won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 3,29 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melambung 4,92 persen usai dikabarkan akan segera memulai produksi masal memori high-bandwith generasi keenam yang pertama di dunia, yang disebut HBM4, pada bulan ini. Saham SK Hynix melonjak 5,72 persen.
Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution dan Samsung SDI masing-masing meningkat 2,47 persen dan 2,7 persen. Saham perusahaan kosmetik Amorepacific meroket 20,25 persen usai melaporkan perolehan laba 2025 yang solid berkat tingginya penjualan di luar Korea Selatan.
Saham perusahaan perdagangan Samsung C&T dan perusahaan pengelola department store Shinsegae masing-masing melambung 7,94 persen dan 7,74 persen.
Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 9,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.460,3 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentiment positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 2,27 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melonjak 161,3 poin, atau sekitar 1,85 persen, mejadi 8.870,1. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Thailand, dan Malaysia menguat, sedangkan Bursa Vietnam dan Filipina melemah.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 57,51 poin, atau sekitar 1,41 persen, menjadi 4.123,09. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 467,21 poin, atau sekitar 1,76 persen, menjadi 27.027,16.

