Indeks Kospi Anjlok 3,86 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 207,53 poin, atau sekitar 3,86 persen, pada Kamis (5/2/2026), menjadi 5.163,57.
Volume perdagangan mencapai 904,7 juta saham senilai 32,2 triliun won atau sekitar US$21,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 575 berbanding 308.
Angka indeks anjlok mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu pelemahan saham sektor teknologi akibat mencuatnya kekhawatiran valuasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan.
“Saham perusahaan teknologi di Amerika Serikat melemah untuk sesi kedua beruntun, sehingga mempengaruhi saham di pasar Korea Selatan,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.
“Secara fundamental, saham sektor teknologi kehilangan momentum akibat aksi ambil untung para investor di tengah kejenuhan reli konstan pada saham-saham tersebut dan penilaian ulang valuasi mereka,” pungkasnya.
Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 5 triliun won dan 2 triliun won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 6,76 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 5,8 persen dan 6,44 persen. Saham perusahaan investasi AI SK Square dan perusahaan manufaktur pembangkit listrik tenaga nuklir Doosan Enerbility masing-masing anjlok 6,15 persen dan 6,11 persen.
Saham perusahaan utilitas Korea Electric Power melemah 1,28 persen. Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan Hyundai Rotem masing-masing terjun 7,33 persen dan 9,41 persen.
Saham perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy dan Hanwha Ocean masing-masing melemah 5,66 persen dan 5,83 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics masing-masing berkontraksi 3,08 persen dan 3,35 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 18,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.469 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,38 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 38,6 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 8.889,2. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Thailand, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Singapura, Indonesia, dan Filipina menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 26,29 poin, atau sekitar 0,64 persen, menjadi 4.075,92. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 37,92 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 26.885,24.

