Indeks Kospi Melonjak 1,57 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 83,02 poin, atau sekitar 1,57 persen, pada Rabu (4/2/2026), mencapai rekor 5.371,1.

Volume perdagangan mencapai 781 juta saham senilai 30,1 triliun won, dengan saham yang naik melampaui yang turun 747 berbanding 156.

Angka indeks melampaui 5.300 untuk pertama kalinya sepanjang Sejarah berkat aksi beli investor institusi, yang meraup saham senilai 1,8 triliun won. Investor asing dan ritel sebaliknya masing-masing melepas saham senilai 940 miliar won dan 1 triliun won.

Plug-in chatbot baru bikinan perusahaan startup Anthropic yang didesain untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan legal inti, membuat saham sektor teknologi melemah di tengah kekhawatiran bahwa teknologi AI dapat mengubah bentuk industri piranti lunak.

“Kedua faktor tersebut tidak bisa dijadikan alasan kekhawatiran pelemahan permintaan chip AI. Namun lebih sebagai bentuk adaptasi pasar terhadap perubahan-perubahan di industri AI, ketertarikan-ketertarikan perusahaan di sektor AI, dan model perolehan laba mereka,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,96 persen, sedangkan saham SK Hynix turun 0,77 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution dan perusahaan manufaktur pembangkit listrik tenaga nuklir Doosan Enerbility masing-masing melonjak 2,94 persen dan 5,81 persen.

Saham perusahaan operator portal internet Naver merosot 1,67 persen. Saham Hanwha Solutions, perusahaan manufaktur modul surya Hanwha Group, meroket ke batas harian tertinggi setelah menyepakati kerjasama energy storage supply (ESS) dengan LG Energy Solution.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 4,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.450,2 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,19 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 70,7 poin, atau sekitar 0,8 persen, menjadi 8.927,8. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, dan Thailand menguat, sedangkan Bursa Vietnam, Malaysia, dan Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 34,46 poin, atau sekitar 0,85 persen, menjadi 4.102,2. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 12,55 poin menjadi 26.847,32.