Bersihkan Sampah Imbas Banjir Aceh, Menteri PU Tak Mau Masyarakat Terus Dalam Kondisi Sulit

Foto : Dok. pu.go.id

Pasardana.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan upaya pembersihan sampah material pascabencana banjir di Provinsi Aceh.

Hingga akhri Januari lalu, Kementerian PU telah berhasil mengangkut 698 ton sampah bencana, lumpur, termasuk sampah domestik dari berbagai wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat pemulihan fasilitas umum, dan permukim masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembersihan menjadi fokus utama pemerintah, terutama pada fasilitas-fasilitas vital yang menunjang kehidupan masyarakat.

Ia pun berharap, dengan pulihnya fasilitas umum, aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.

“Kita semua ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak berlama-lama berada dalam kondisi sulit," ucap Menteri Dody dihadapan awak media, pada Selasa (3/2).

Pembersihan dan pengangkutan sampah dilakukan sebagai bagian dari respons cepat Kementerian PU untuk mendukung penanganan darurat sekaligus mempercepat tahapan rehabilitasi pascabencana. 

Adapun fokus kegiatan diarahkan pada kawasan perkantoran pelayanan publik, fasilitas kesehatan, pendidikan, jaringan lingkungan permukiman, serta akses menuju prasarana dasar.

Sebut saja, di Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU telah mengangkut 407 ton sampah dari sejumlah titik, seperti kawasan Kantor Bupati, Jalan Rantau, RSUD Muda Sedia, serta SDN Kota Lintang.

Seluruh sampah dan lumpur tersebut dibawa menuju TPA Sampah Kabupaten Aceh Tamiang dengan dukungan alat berat berupa excavator, wheel loader, dan dump truck.

Sementara di Kabupaten Aceh Tengah, pembersihan difokuskan di kawasan Desa Mendale dan TPS Paya Ilang. Dari lokasi tersebut, total 88 ton sampah bencana berhasil diangkut dengan bantuan excavator dan armada angkut untuk membuka kembali akses lingkungan yang sempat terhambat.

Selanjutnya di Kabupaten Pidie Jaya, Kementerian PU mengangkut 203 ton sampah dari Jalan Lingkungan arah Jembatan Meunasah Lhok, Jalan Akses PDAM Desa Berawang, Jalan Lingkungan Meunasah Raya, Jalan Lingkungan Meunasah Bei, hingga Jalan Lingkungan Beuringen. 

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, didukung alat berat berupa backhoe loader, excavator, dan dump truck untuk memulihkan akses lingkungan dan prasarana pendukung layanan air minum.

Dan secara keseluruhan, penanganan persampahan pascabencana di Provinsi Aceh didukung personel Satgas PU serta alat berat kebencanaan yang meliputi excavator standar dan mini, backhoe loader, wheel loader, dozer, serta armada dump truck yang dimobilisasi dan dioperasikan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan.

Hingga 28 Januari 2026, pembersihan fasilitas umum telah rampung di 86 lokasi dari total 183 lokasi terdampak. Dengan penambahan 21 lokasi baru, kini masih tersisa 97 lokasi yang masih dalam proses pembersihan.

Selain penanganan langsung di lapangan, Kementerian PU juga melaksanakan peningkatan pelayanan persampahan dan sanitasi melalui peningkatan layanan 11 TPA Sampah di 11 kabupaten/kota serta 10 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan pekerjaan.