ANALIS MARKET (04/2/2026): IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (03/02), IHSG ditutup menguat +199,87 poin (+2,52%) ke level 8.122,60.

Penguatan IHSG didorong kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti DCII (+11,80%), ASII (+8,37%), TPIA (+10,59%), AMMN (+6,18%), DSSA (+3,81%), & BUMI (+20%).

Dari sisi kebijakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Selasa (03/02) bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp12,8 T untuk paket stimulus ekonomi periode 1Q26 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bantuan sosial.

Kemudian, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kepada Bloomberg bahwa dirinya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai +6% YoY pada 2026 dan +6,5% pada 2027.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,34%), S&P 500 (-0,84%), & Nasdaq (-1,43%).

Pelemahan tersebut terjadi karena penilaian ulang yang tajam terhadap valuasi teknologi dan chip yang sudah terlalu tinggi, yang memicu rotasi pasar secara luas.

Penurunan tersebut terfokus pada saham-saham AI dan semikonduktor, dengan Nvidia turun -2,8%, Broadcom turun -3,3%, Micron turun -4,2%, dan KLA turun -3,9% di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai skala dan waktu investasi besar-besaran di bidang AI.

Dorongan penurunan ini diperkuat oleh latar belakang imbal hasil AS yang lebih kuat, dengan suku bunga jangka panjang yang lebih tinggi meningkatkan tingkat diskonto untuk aset pertumbuhan berdurasi panjang, serta mempercepat aksi pengambilan keuntungan setelah kenaikan besar di bulan Januari.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak mixed sembari mencermati perkembangan SRO dan Otoritas merespon masukan dari MSCI,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (04/2).