ANALIS MARKET (27/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (26/02), IHSG ditutup melemah -86,96 poin (-1,04%) ke level 8.235,26.

Pelemahan IHSG disebabkan tertekannya sahamsaham berkapitalisasi besar, seperti BUVA (-14,76%), VKTR (-9,55%), IMPC (-9,01%), MDKA (-4,71%), & BRPT (-3,47%).

Kemudian, minimnya katalis positif domestik dan depresiasi nilai tukar rupiah menambah daya tekan di market.

Disaat yang sama, AS menetapkan tarif subsidi umum sebesar 104,38% untuk impor dari Indonesia.

Dari eksternal, perwakilan perdagangan AS mengumumkan bahwa tarif AS untuk beberapa negara dapat naik menjadi 15% atau lebih tinggi dari tingkat 10% yang baru saja diberlakukan.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+0,04%), S&P 500 (-0,53%), & Nasdaq (-1,18%).

Nvidia turun -5,5% meskipun melampaui perkiraan pendapatan dan laba.

Investor mempertanyakan keberlanjutan pengeluaran modal yang tinggi untuk kecerdasan buatan yang menekan sektor chip secara lebih luas, dengan Applied Materials dan Lam Research masing-masing turun - 4,9% dan -4,1%.

Sebaliknya, sektor keuangan membantu mengurangi kerugian yang lebih luas setelah JPMorgan naik +0,9% dan American Express naik +2,5%.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring minimnya katalis positif dari domestik,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (27/2).