ANALIS MARKET (24/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (23/2), IHSG ditutup menguat +124,31 poin (+1,50%) ke level 8.396,08.

IHSG berhasil rebound didorong optimisme permintaan domestik akibat program kebijakan pemerintah dan ekspektasi pola konsumsi Ramadhan.

Sejalan dengan hal tersebut BEI dan OJK menyampaikan perkembangan terbaru terkait finalisasi aturan baru MSCI dalam rangka memperkuat transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia menunjukan arah yang positif.

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi APBN 2026 hingga akhir Januari 2026 mengalami defisit Rp54,6 triliun atau setara 0,21% terhadap PDB.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 1,66%), S&P 500 (-1,04%), & Nasdaq (-1,13%).

Pelemahan tersebut karena kekhawatiran yang kembali muncul atas gangguan ekonomi yang disebabkan oleh AI dan kebijakan perdagangan AS mendorong investor menjauhi aset yang lebih berisiko.

Presiden AS Trump menaikkan tarif global menjadi 15% berdasarkan Pasal 122, yang mendorong Parlemen Eropa untuk menunda ratifikasi kesepakatan perdagangannya dengan AS, dan menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan kebijakan tersebut karena Kongres kemungkinan besar tidak akan menyetujui langkah-langkah tersebut setelah jangka waktu 150 hari.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed sembari mencermati berbagai katalis regional terkhusus perkembangan geopolitik AS-Iran,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (24/2).