Kesiapan PalmCo Jaga Stok CPO dan Lonjakan Permintaan Minyak Goreng Selama Ramadan
Pasardana.id – Demi menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Lebaran, subholding PTPN IV, PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional.
Holding Perkebunan PTPN III tersebut menyatakan telah menyiapkan langkah strategis dari sisi hulu hingga hilir untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Jatmiko K Santosa, Direktur Utama PalmCo mengatakan, peningkatan kebutuhan minyak goreng menjelang hari besar keagamaan sudah menjadi pola yang dapat diprediksi.
“Kami memahami tren permintaan selalu meningkat jauh sebelum Ramadan. Karena itu, skenario peningkatan produksi sudah dirancang dan dieksekusi sejak awal tahun. Stok bahan baku aman untuk memenuhi kebutuhan domestik,” ujar Jatmiko melalui siaran persnya di Jakarta, pada Minggu (22/2).
Dari data perusahaan, realisasi produksi crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 telah melampaui target bulanan dengan capaian lebih dari 200.000 ton.
Sementara, untuk menghadapi periode puncak konsumsi rumah tangga pada Maret hingga April, PalmCo menargetkan peningkatan produksi sekitar 10,5% hingga mencapai sekitar 225.940 ton pada April.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi gejolak harga yang kerap muncul menjelang momen hari besar keagamaan.
Di sektor hilir, startegi serupa dijalankan oleh anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Lestari (INL).
Perusahaan ini meningkatkan target produksi minyak goreng ritel pada Maret menjadi sekitar 4,2 juta liter, dan akan dinaikkan kembali sebesar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.
Pelaksana Tugas Direktur INL, Darwin Hasibuan, menyampaikan bahwa saat ini kapasitas produksi difokuskan pada minyak goreng program pemerintah, yakni Minyak Kita.
“Untuk sementara, produksi beberapa merek komersial internal kami ditunda. Seluruh jalur distribusi dan kapasitas produksi kami dedikasikan penuh untuk Minyak Kita agar pasokan di pasar melimpah,” katanya.
Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan harga minyak goreng tetap terjangkau bagi masyarakat.
Di tengah peningkatan produksi, PalmCo menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan.
Dari 71 pabrik kelapa sawit yang dikelola, sebanyak 67 pabrik atau 94,36% telah tersertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sementara 68 pabrik atau 95,77% mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Selain itu, perusahaan juga memperkuat sistem keterlacakan bahan baku melalui integrasi data kebun dan pabrik di sejumlah unit percontohan.
Menurut Jatmiko, transparansi rantai pasok menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.
“Masyarakat berhak mendapatkan jaminan bukan hanya soal harga dan stok, tetapi juga kepastian bahwa minyak goreng diproduksi dari sumber yang lestari dan terlacak,” tukas dia.

