ANALIS MARKET (23/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (20/02), IHSG ditutup melemah -2,31 poin (-0,03%) ke level 8.271,77.
Pelemahan IHSG disebabkan adanya profit taking investor dan depresiasi nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, BI melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia pada Kuartal IV 2025 mencatat surplus sebesar US$ 6,1 miliar, dari sebelumnya sempat defisit US$ 6,4 miliar pada Kuartal III-2025.
Dari eksternal, investor global saat ini mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Fed tahun ini, tetapi masih memperkirakan dua pemotongan sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, seperti DJIA (+0,47%), S&P 500 (+0,69%), & Nasdaq (+0,90%).
Penguatan tersebut setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif timbal balik Presiden Trump.
Amazon (+2,6%) dan Home Depot (+1%) kompak menguat karena investor mempertimbangkan potensi pengembalian dana sebesar $175 miliar terhadap ancaman pungutan baru ini.
Kekuatan sektor teknologi membantu Nasdaq mengakhiri penurunan selama lima minggu meskipun inflasi PCE inti tetap stabil di angka 3%, membuat The Fed tetap waspada dengan Alphabet memimpin setelah naik +3,7%.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed sembari mencermati berbagai katalis regional. Investor hari ini akan mencermati rilis data Perkembangan Uang Beredar Indonesia (Jan-26),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (23/2).

