ANALIS MARKET (20/2/2026): IHSG Diproyeksikan Bergerak Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (19/2), IHSG ditutup turun 36 poin akibat tekanan jual pada saham perbankan besar seperti BMRI, BBRI, dan BBCA. Pelemahan terjadi di tengah sikap hati-hati pasar setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4.75% serta kekhawatiran atas suku bunga AS yang tetap tinggi, meski saham komoditas menguat.

Sementara dari sektor Komoditas, Harga minyak naik akibat eskalasi ketegangan AS–Iran yang mengancam pasokan Timur Tengah serta penurunan tajam persediaan minyak mentah AS.

Emas menguat didorong sikap The Fed yang lebih berhati-hati dan meningkatnya risiko geopolitik yang menopang permintaan aset safe haven.

Sementara tembaga melemah akibat penguatan dolar AS, kenaikan persediaan, dan permintaan yang lebih lemah dari China.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diproyeksikan bergerak mixed di kisaran 8,120-8,315. Keputusan BI menahan suku bunga di 4.75% dan antisipasi rilis surplus transaksi berjalan Q4-2025 menjadi penopang di tengah tekanan pelemahan Rupiah. Rupiah diperkirakan masih tertekan pada rentang Rp16.850-Rp17.000 per dolar AS. Meskipun BI mempertahankan suku bunga acuan, ketidakpastian global dan penantian data ekonomi AS terus membatasi ruang penguatan mata uang,” sebut analis KISI dalam riset Jumat (20/2).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu;

-ASHA - Technical Recommendation: BUY

Entry 1: 85; TP 1: 98; SL:72

Entry 2: 80; TP 2: 103

-NICL - Technical Recommendation: BUY

Entry 1: 1,195; TP 1: 1,290; SL:1,110

Entry 2: 1,160; TP 2: 1,335

Disclaimer On